Rumus Cp/Cpk (Definisi Standar Manajemen Kualitas)
Cp (Process Capability Index) mengukur sebaran proses relatif terhadap lebar spesifikasi: Cp = (USL − LSL) ÷ (6 × Standard Deviation), yang menunjukkan kapabilitas teoretis dengan asumsi proses berada tepat di tengah midpoint spesifikasi. Cpk juga memperhitungkan seberapa jauh proses bergeser dari pusat: Cpk = min[(USL − Mean) ÷ (3 × Std. Dev), (Mean − LSL) ÷ (3 × Std. Dev)]. Misalnya, dengan USL=10.5, LSL=9.5, mean=10.1, std. dev=0.15: Cp = 1 ÷ 0.9 ≈ 1.11, tetapi karena mean berada di atas midpoint (10.0), Cpk = min(0.89, 1.33) = 0.89 — lebih rendah daripada Cp. Ini berarti proses memiliki ruang teoritis, tetapi sebenarnya condong ke batas spesifikasi atas, sehingga meningkatkan risiko cacat.
02
DPMO dan Level Sigma
DPMO (Defects Per Million Opportunities) adalah metrik tingkat cacat yang terstandarisasi. Metodologi Six Sigma mengonversi DPMO ke level sigma menggunakan konvensi 1.5-sigma-shift standar, yang memperhitungkan drift mean yang diamati dalam kinerja proses jangka panjang. Dalam konvensi ini, DPMO sebesar 3.4, menurut definisi, tepat merupakan tolok ukur "Six Sigma" — semakin rendah DPMO, semakin tinggi level sigma. Tabel referensi Six Sigma standar di bawah ini banyak digunakan dalam praktik manajemen kualitas.
DPMO
Level Sigma
691,462
1σ
308,538
2σ
66,807
3σ
6,210
4σ
233
5σ
3.4
6σ
Pertanyaan umum
Mana yang lebih penting, Cp atau Cpk?
Cpk lebih penting dalam praktik. Cp mengasumsikan proses sepenuhnya terpusat di midpoint spesifikasi, sedangkan Cpk memperhitungkan drift aktual yang tidak berada di tengah. Selisih besar antara Cp dan Cpk menandakan bahwa memusatkan kembali proses harus menjadi prioritas perbaikan.
Mengapa DPMO 3.4 menjadi patokan untuk "Six Sigma"?
Dalam proses jangka pendek murni, peluang berada di luar enam simpangan baku sangat kecil, tetapi operasi jangka panjang nyata cenderung bergeser sekitar 1.5 sigma seiring waktu. Jika drift itu diperhitungkan, tingkat cacat jangka panjang yang didefinisikan secara konvensional pada six sigma menjadi DPMO 3.4.
Apakah Cpk 1.33 sudah cukup baik?
Cpk 1.33 atau lebih tinggi umumnya dianggap kapabel, tetapi industri yang sangat kritis terhadap keselamatan seperti otomotif dan kedirgantaraan sering menetapkan standar lebih tinggi (1.67+). Periksa standar spesifik untuk industri Anda.