🌐 ID

🏃 Prediktor Waktu Lomba

Masukkan jarak dan waktu dari lomba terbaru, lalu prediksi waktu finis serta pace 5K, 10K, half marathon, dan marathon menggunakan rumus Riegel.

Hasil Diketahui — Waktu

Rumus: T2 = T1 × (D2 ÷ D1)^1.06

Prediksi Waktu Lomba
⚠️ Perlu Diketahui

Rumus Riegel adalah model estimasi statistik. Waktu finis aktual bisa sangat berbeda tergantung tingkat latihan, medan lintasan, cuaca, dan strategi pacing — hasil ini bukan jaminan.

Kalkulator Terkait Kalkulator Pace Lari Konverter Grade Panjat Kalkulator One Rep Max
PANDUAN

Pelajari lebih lanjut

01

Apa Itu Rumus Riegel? Cara Kerja Prediksi Waktu Lomba

Kalkulator ini menggunakan model jarak-waktu bergaya Riegel. T1 adalah waktu yang sudah diketahui untuk jarak D1, sedangkan T2 adalah waktu yang diperkirakan untuk jarak D2. Perhitungannya adalah T2=T1×(D2÷D1)^1.06. Di sini, 1.06 adalah eksponen tetap yang digunakan kalkulator ini. Dalam artikelnya pada 1977, Peter Riegel menggunakan 0.0689 dalam rumus laju, sedangkan makalahnya pada 1981 melaporkan eksponen yang berbeda untuk olahraga dan kelompok yang berbeda. Karena itu, 1.06 tidak boleh dianggap sebagai konstanta yang tepat untuk setiap pelari dan jarak. Hasil ini adalah perkiraan statistik berdasarkan satu hasil perlombaan. Waktu sebenarnya dapat berubah karena kondisi latihan, lintasan, cuaca, dan strategi mengatur laju, jadi perkiraan ini tidak menjamin hasil seseorang.

02

Keterbatasan Model Prediksi Waktu Lomba

Rumus Riegel adalah estimasi rata-rata statistik dan tidak memperhitungkan latar belakang latihan individu, profil daya tahan, atau status cedera. Galat prediksi cenderung membesar saat jarak yang diketahui dan jarak target makin berjauhan - misalnya, memprediksi marathon dari hasil 5K jauh kurang andal dibanding memprediksi half marathon dari hasil 10K, karena kecepatan jarak pendek dan daya tahan jarak jauh bergantung pada sistem fisiologis yang berbeda. Rumus ini juga mengabaikan elevasi lintasan, suhu, kelembapan, angin, kondisi pada hari lomba, dan strategi pacing (seperti terlalu cepat di awal). Anggap prediksi ini sebagai acuan perencanaan latihan, lalu tetapkan target waktu sebenarnya dengan menggabungkannya bersama data latihan long run dan rasa saat hari lomba.

Pertanyaan umum

Seberapa akurat prediktor ini?
Rumus Riegel cenderung cukup akurat untuk prediksi antar jarak yang mirip (misalnya 10K ke half marathon), tetapi galatnya membesar saat selisih jarak makin jauh (misalnya 5K ke marathon). Waktu finis aktual bergantung pada volume latihan, kondisi, dan cuaca, jadi gunakan ini sebagai acuan, bukan jaminan.
Bisakah saya memprediksi waktu marathon dari hasil 5K?
Bisa, tetapi akurasinya menurun. 5K adalah lomba pendek yang sangat mengandalkan kecepatan, sementara marathon sangat bergantung pada daya tahan dan pengelolaan energi, jadi keduanya menuntut fisiologis yang berbeda. Menggunakan hasil yang jaraknya lebih dekat ke marathon, seperti 10K atau half marathon, akan memberi prediksi yang lebih andal.
Mengapa pangkat 1.06 itu penting?
Pangkat 1.06 memperhitungkan kecenderungan tubuh untuk melambat secara bertahap saat jarak lomba bertambah karena kelelahan. Pangkat tepat 1 akan mengasumsikan pace yang sama tanpa memandang jarak, tetapi pada kenyataannya pace finis melambat pada jarak yang lebih panjang, dan 1.06 mengoreksinya secara statistik.