🌐 ID

🔧 Kalkulator Rasio Kompresi Mesin

Masukkan volume langkah silinder dan volume ruang bakar untuk langsung menghitung rasio kompresi statis. Anda juga bisa menurunkan volume langkah langsung dari bore dan stroke.

Rasio Kompresi Statis
Volume Langkah
cc
Total Ruang Bakar + Gasket + Deck
cc
PANDUAN

Pelajari lebih lanjut

01

Apa Itu Rasio Kompresi?

Rasio kompresi adalah perbandingan antara total volume silinder saat piston berada di bottom dead center (BDC) dengan volume yang tersisa (volume ruang bakar) saat piston berada di top dead center (TDC).

CR = (Vswept + Vchamber + Vgasket + Vdeck) ÷ (Vchamber + Vgasket + Vdeck)

Vswept adalah displacement per silinder yang disapu piston dari BDC ke TDC, Vchamber adalah volume ruang bakar, Vgasket adalah volume yang ditempati gasket head, dan Vdeck adalah volume yang terbentuk oleh deck clearance antara puncak piston dan bagian atas silinder. Jika tidak ada gasket atau deck clearance, Anda bisa membiarkannya 0.
02

Contoh Perhitungan

Misalnya, dengan volume langkah 500 cc dan volume ruang bakar 50 cc (tanpa volume gasket atau deck), rasio kompresinya adalah (500+50) ÷ 50 = 11.0 : 1.

Dalam kondisi yang sama, menambahkan volume gasket head 5 cc akan menambah penyebut (chamber + gasket + deck) menjadi 55 cc, sehingga rasio turun menjadi (500+55) ÷ 55 ≈ 10.09 : 1. Inilah alasan gasket yang lebih tebal atau deck clearance yang lebih besar menurunkan rasio kompresi.

Dengan mode input bore/stroke, silinder dengan bore 86 mm dan stroke 86 mm menghasilkan volume langkah sebesar (π/4) × 86² × 86 ÷ 1000 ≈ 499.56 cc, yang dihitung otomatis.
03

Catatan: Rasio Kompresi Statis vs Dinamis

Kalkulator ini menghitung rasio kompresi statis, murni berdasarkan volume geometris silinder. Nilai yang lebih dekat dengan perilaku mesin sebenarnya dan detonasi adalah rasio kompresi dinamis, yang juga memperhitungkan waktu penutupan katup intake (timing cam) dan selalu lebih rendah daripada rasio statis.

Rasio kompresi statis yang lebih tinggi umumnya membutuhkan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi, dan mesin forced-induction (turbo/supercharged) sering memakai rasio kompresi statis yang lebih rendah daripada mesin naturally aspirated (NA). Volume ruang bakar paling akurat diukur dengan melepas head lalu melakukan cc-ing — mengisinya dengan cairan untuk mengukur volume tepatnya. Alat ini hanya menghitung CR statis.

Pertanyaan umum

Rasio kompresi yang umum berapa?
Mesin bensin naturally aspirated biasanya bekerja di 9–13 : 1, sedangkan mesin turbo atau supercharged sering dirancang lebih rendah, sekitar 8–10.5 : 1, untuk menghindari knocking. Mesin diesel mengandalkan compression ignition dan memakai rasio jauh lebih tinggi, biasanya 14–23 : 1. Ini hanya rentang umum — nilai sebenarnya sangat bervariasi tergantung desain mesin, bahan bakar, dan forced induction.
Mengapa volume gasket head dan deck clearance penting?
Pada mesin nyata, ketebalan gasket head dan deck clearance antara puncak piston dan bagian atas silinder juga dihitung sebagai bagian dari "volume yang tersisa" saat top dead center. Mengabaikannya akan melebih-lebihkan rasio kompresi, jadi memasukkan keduanya memberi hasil yang lebih akurat. Biarkan kosong dan nilainya dianggap 0.
Apa bedanya rasio kompresi statis dan dinamis?
Rasio kompresi statis dihitung murni dari perbandingan volume geometris silinder. Rasio kompresi dinamis juga memperhitungkan kapan katup intake benar-benar menutup (timing cam) — makin lambat menutup, makin pendek langkah kompresi efektif, sehingga rasio dinamis lebih rendah daripada rasio statis. Kalkulator ini hanya menghitung rasio statis.
Bagaimana cara mengukur volume ruang bakar?
Cara paling akurat adalah melepas cylinder head, meletakkannya dengan sisi ruang bakar menghadap ke atas, lalu mengisi ruang bakar dengan cairan (seperti oli) menggunakan buret berskala untuk mengukur volume tepatnya — ini umum disebut "cc-ing" head. Nilai spesifikasi pabrikan bisa menjadi titik awal, tetapi pengukuran langsung lebih akurat jika head sudah dimachining atau katupnya diganti.