Konsep dasar dan pentingnya pajak keuntungan modal
Pajak keuntungan modal adalah pajak yang dikenakan atas keuntungan saat mengalihkan aset seperti properti, saham, dan derivatif. Khususnya, pajak keuntungan modal atas properti merupakan salah satu pajak terpenting di Korea, dan saat menjual rumah, pajaknya bisa berkisar dari jutaan hingga ratusan juta won. Per 2026, tarif pajak keuntungan modal berlaku progresif dari 6% hingga maksimum 45%, lalu ditambah pajak pendapatan lokal 10%. Menghitung pajak keuntungan modal dengan tepat sangat penting saat bertransaksi properti. Jika pajak tidak dihitung sejak awal, beban pajak yang tidak terduga dapat memangkas laba bersih secara signifikan. Misalnya, jika rumah yang dibeli seharga 300 juta won dijual seharga 500 juta won, pajak atas keuntungan modal 200 juta won dapat mencapai lebih dari 50 juta won. Terutama untuk 1 rumah untuk 1 keluarga, pajak keuntungan modal bisa dibebaskan jika memenuhi syarat tertentu. Per 2026, jika rumah bernilai 1,2 miliar won atau kurang dimiliki dan dihuni selama 2 tahun atau lebih, tidak ada pajak yang perlu dibayar. Memahami syarat pembebasan ini secara akurat adalah kunci untuk menghemat pajak hingga puluhan juta won. Dengan kalkulator pajak keuntungan modal, tarif pajak yang kompleks dan item potongan bisa dihitung dengan mudah. Cukup masukkan harga perolehan, harga jual, dan masa kepemilikan untuk langsung melihat perkiraan pajak, sehingga sangat membantu menyusun rencana keuangan sebelum menjual properti.