๐ŸŒ ID

๐Ÿ  Kalkulator Pajak Keuntungan Modal

โ€ป per 2026

Moratorium sementara 2022~2026.5.9 telah berakhir, sehingga saat ini pengalihan multi-rumah di wilayah pengaturan dikenai pajak tambahan. Jika termasuk masa transisi atau tidak terkena pajak tambahan, nonaktifkan.
Total pajak terutang (termasuk pajak pendapatan lokal)
โ€”
Harga jual
โ€”
Harga perolehan
โ€”
Biaya yang dapat dikurangkan
โ€”
Keuntungan modal
โ€”
Potongan khusus kepemilikan jangka panjang
โ€”
Jumlah penghasilan dari pengalihan
โ€”
Pengurangan dasar penghasilan dari pengalihan
โ€”
Dasar pengenaan pajak
โ€”
Pajak terhitung
โ€”
Pajak pendapatan lokal (10%)
โ€”

Kalkulator ini berdasarkan hukum pajak keuntungan modal Republik Korea (per 2026)

PANDUAN

Pelajari lebih lanjut

01

Konsep dasar dan pentingnya pajak keuntungan modal

Pajak keuntungan modal adalah pajak yang dikenakan atas keuntungan saat mengalihkan aset seperti properti, saham, dan derivatif. Khususnya, pajak keuntungan modal atas properti merupakan salah satu pajak terpenting di Korea, dan saat menjual rumah, pajaknya bisa berkisar dari jutaan hingga ratusan juta won. Per 2026, tarif pajak keuntungan modal berlaku progresif dari 6% hingga maksimum 45%, lalu ditambah pajak pendapatan lokal 10%. Menghitung pajak keuntungan modal dengan tepat sangat penting saat bertransaksi properti. Jika pajak tidak dihitung sejak awal, beban pajak yang tidak terduga dapat memangkas laba bersih secara signifikan. Misalnya, jika rumah yang dibeli seharga 300 juta won dijual seharga 500 juta won, pajak atas keuntungan modal 200 juta won dapat mencapai lebih dari 50 juta won. Terutama untuk 1 rumah untuk 1 keluarga, pajak keuntungan modal bisa dibebaskan jika memenuhi syarat tertentu. Per 2026, jika rumah bernilai 1,2 miliar won atau kurang dimiliki dan dihuni selama 2 tahun atau lebih, tidak ada pajak yang perlu dibayar. Memahami syarat pembebasan ini secara akurat adalah kunci untuk menghemat pajak hingga puluhan juta won. Dengan kalkulator pajak keuntungan modal, tarif pajak yang kompleks dan item potongan bisa dihitung dengan mudah. Cukup masukkan harga perolehan, harga jual, dan masa kepemilikan untuk langsung melihat perkiraan pajak, sehingga sangat membantu menyusun rencana keuangan sebelum menjual properti.

02

Panduan lengkap struktur tarif pajak keuntungan modal 2026

Pada 2026, pajak keuntungan modal menggunakan struktur tarif progresif. Untuk dasar pengenaan pajak hingga 14 juta won dikenakan 6%, di atas 14 juta won hingga 50 juta won 15%, di atas 50 juta won hingga 88 juta won 24%, di atas 88 juta won hingga 150 juta won 35%, di atas 150 juta won hingga 300 juta won 38%, di atas 300 juta won hingga 500 juta won 40%, dan di atas 500 juta won 45%. Tarif progresif tidak diterapkan sama rata pada seluruh jumlah, melainkan berbeda untuk setiap lapisan. Misalnya, jika jumlah penghasilan dari pengalihan adalah 100 juta won, sampai 14 juta won dikenakan 6%, bagian di atas 14 juta won sampai 50 juta won dikenakan 15%, dan sisa 50 juta won dikenakan 24%. Dengan perhitungan seperti ini, pajaknya sekitar 15,6 juta won, dan jika ditambah pajak pendapatan lokal 10%, pajak akhirnya sekitar 17,16 juta won. Untuk pemilik banyak rumah, tarif pajak tambahan berlaku. Di wilayah pengaturan, pemilik 2 rumah dikenakan tambahan 20 poin persentase di atas tarif dasar, dan pemilik 3 rumah atau lebih dikenakan tambahan 30 poin persentase. Karena itu, tarif maksimum bisa naik hingga 75%. Per 2026, 25 distrik seperti Gangnam-gu, Seocho-gu, dan Songpa-gu di Seoul ditetapkan sebagai wilayah pengaturan. Potongan khusus kepemilikan jangka panjang memberikan pengurangan terhadap keuntungan modal sesuai lama kepemilikan. Mulai dari 12% untuk kepemilikan 3 tahun atau lebih, dan bisa mencapai maksimum 50% untuk kepemilikan 15 tahun atau lebih. Untuk 1 rumah untuk 1 keluarga, ada tambahan potongan berdasarkan masa tinggal sehingga total potongan dapat mencapai 80%. Pajak keuntungan modal harus dilaporkan dan dibayar dalam waktu 2 bulan sejak akhir bulan tempat tanggal pengalihan berada. Jika tidak melapor tepat waktu, akan dikenakan denda keterlambatan pelaporan 20% dan tambahan denda atas keterlambatan pembayaran. Karena itu, perhitungan pajak yang akurat dan pelaporan tepat waktu sangat penting.

03

Analisis rinci syarat pembebasan pajak untuk 1 rumah untuk 1 keluarga

Pembebasan pajak untuk 1 rumah untuk 1 keluarga adalah inti penghematan pajak keuntungan modal. Per 2026, tiga syarat harus dipenuhi sekaligus: harga pengalihan 1,2 miliar won atau kurang, masa kepemilikan 2 tahun atau lebih, dan masa tinggal 2 tahun atau lebih. Jika semua syarat ini terpenuhi, berapa pun keuntungan modalnya, baik 1 miliar won maupun 2 miliar won, tidak ada pajak yang harus dibayar. Masa kepemilikan 2 tahun dihitung dari tanggal perolehan sampai tanggal pengalihan. Misalnya, rumah yang diperoleh pada 1 Maret 2023 harus dialihkan setelah 1 Maret 2026 agar memenuhi syarat 2 tahun. Kurang satu hari saja, Anda tidak bisa mendapat pembebasan pajak, jadi perhitungan tanggal yang tepat sangat penting. Masa tinggal 2 tahun berarti periode Anda benar-benar tinggal di rumah tersebut. Harus ada pindah alamat resmi, dan keberadaan tinggal nyata bisa dibuktikan lewat catatan listrik atau gas. Jika rumah disewakan dan Anda tinggal di tempat lain, masa tinggal mungkin tidak diakui. Batas 1,2 miliar won mengacu pada harga jual aktual. Bukan keuntungan modal, melainkan harga jual yang menjadi dasar. Jika harga jual melebihi 1,2 miliar won, Anda tidak bisa mendapat pembebasan pajak. Jika dijual 12,5 miliar won, pajak keuntungan modal dikenakan atas seluruh jumlah. Karena itu, rumah di kisaran 1,2 miliar won harus ditentukan harga jualnya dengan hati-hati. Untuk kepemilikan sementara 2 rumah, pembebasan pajak juga dimungkinkan. Jika Anda membeli rumah baru saat masih memiliki rumah lama, lalu menjual rumah lama dalam 3 tahun (2 tahun di wilayah pengaturan), pembebasan pajak dapat diterapkan. Harus ada alasan seperti pindah rumah, pindah kerja, atau merawat orang tua, dan Anda harus pindah ke rumah baru dalam 1 tahun setelah pembelian.

04

Strategi memaksimalkan potongan khusus kepemilikan jangka panjang

Potongan khusus kepemilikan jangka panjang adalah sistem yang memberi keuntungan pajak bagi wajib pajak yang lama memegang properti. Per 2026, untuk kepemilikan 3 tahun atau lebih, potongannya mulai dari 12%, lalu 4 tahun 16%, 5 tahun 20%, 6 tahun 24%, 7 tahun 28%, 8 tahun 32%, 9 tahun 36%, 10 tahun 40%, dan maksimum 50% untuk 15 tahun atau lebih. Sebagai contoh, jika keuntungan modal 200 juta won dan properti dimiliki selama 10 tahun, 40% atau 80 juta won akan dipotong sehingga dasar pajak turun menjadi 120 juta won. Ini bisa menghemat pajak hingga puluhan juta won. Jika dimiliki lebih dari 15 tahun, 100 juta won akan dipotong dan dasar pajak turun lebih jauh menjadi 100 juta won. Untuk 1 rumah untuk 1 keluarga, ada tambahan potongan berdasarkan masa tinggal. Jika tinggal 2 tahun atau lebih, persentase potongan masa tinggal ditambahkan ke potongan dasar. Mulai dari 8% untuk 2 tahun, 12% untuk 3 tahun, 16% untuk 4 tahun, dan seterusnya hingga maksimum tambahan 30% untuk tinggal 10 tahun atau lebih. Jika potongan kepemilikan dan potongan masa tinggal digabung, total potongan bisa mencapai 80%. Untuk memaksimalkan potongan ini, waktu penjualan harus direncanakan secara strategis. Jika masa kepemilikan sudah 2 tahun 11 bulan, menunggu 1 bulan lagi sampai genap 3 tahun lebih menguntungkan. Jika sudah 9 tahun 11 bulan, menahan 1 bulan lagi agar mendapat tarif potongan 10 tahun adalah pilihan yang lebih baik. Namun, untuk pemilik banyak rumah di wilayah pengaturan, potongan khusus kepemilikan jangka panjang tidak berlaku. Jika memiliki 2 rumah atau lebih dan menjual rumah di wilayah pengaturan, Anda tidak bisa mendapat potongan ini dan akan dikenakan tarif pajak tambahan. Karena itu, pemilik banyak rumah perlu strategi untuk mengurangi jumlah rumah.

05

Cara menghadapi pajak tambahan untuk pemilik banyak rumah

Per 2026, pajak tambahan untuk pemilik banyak rumah masih berlaku. Di wilayah pengaturan, pemilik 2 rumah dikenakan tambahan 20 poin persentase di atas tarif dasar, dan pemilik 3 rumah atau lebih dikenakan tambahan 30 poin persentase. Tarif maksimum bisa mencapai 75%, sehingga sebagian besar keuntungan modal mungkin habis untuk pajak. Cara pertama untuk menghindari pajak tambahan adalah menjual terlebih dahulu rumah di wilayah non-pengaturan. Karena rumah di wilayah non-pengaturan tidak dikenai pajak tambahan, strategi yang efektif adalah mengurangi jumlah rumah dengan menjual rumah lain terlebih dahulu sebelum menjual rumah di wilayah pengaturan. Memanfaatkan pengecualian kepemilikan sementara 2 rumah juga merupakan cara yang baik. Meskipun membeli rumah baru saat masih memiliki rumah lama, jika rumah lama dijual dalam jangka waktu tertentu, Anda bisa diakui sebagai kepemilikan sementara 2 rumah dan menghindari pajak tambahan. Rumah lama harus dijual dalam 2 tahun di wilayah pengaturan dan 3 tahun di wilayah non-pengaturan. Menggunakan nama bersama suami istri juga bisa menjadi strategi. Jika suami istri masing-masing memiliki 1 rumah, maka di luar wilayah pengaturan masing-masing bisa mendapat pembebasan 1 rumah untuk 1 keluarga. Namun, di wilayah pengaturan, jumlah rumah dihitung gabungan suami istri, jadi perlu hati-hati. Rumah warisan dikecualikan dari hitungan jumlah rumah untuk jangka waktu tertentu. Jika rumah warisan dialihkan dalam 5 tahun, rumah itu tidak digabungkan dengan rumah biasa dan dihitung secara terpisah. Karena itu, jika ada rumah warisan, lebih baik dijual dalam 5 tahun untuk menghindari pajak tambahan. Hak pra-jual atau hak masuk juga bisa dihitung sebagai rumah. Hak pra-jual di wilayah pengaturan dianggap sebagai rumah dan memengaruhi penentuan kepemilikan banyak rumah. Jadi, jika Anda memiliki hak pra-jual, rencana penjualan rumah lama harus disusun dengan sangat hati-hati.

06

Pengurangan biaya yang dapat dikurangkan untuk menghemat pajak keuntungan modal

Salah satu cara paling efektif untuk menurunkan pajak keuntungan modal adalah memaksimalkan pengurangan biaya yang dapat dikurangkan. Biaya ini mencakup pajak perolehan, biaya broker, biaya notaris/pengacara, dan biaya interior. Jika biaya-biaya ini dibuktikan dengan baik, keuntungan modal dapat berkurang dan pajak pun ikut turun drastis. Pajak perolehan adalah pajak yang dibayar saat membeli rumah, dan merupakan salah satu biaya yang paling umum dikurangkan dari harga jual. Pajak perolehan untuk rumah senilai 300 juta won sekitar 9 juta won, dan jika diakui sebagai biaya yang dapat dikurangkan, keuntungan modal akan berkurang sebesar itu. Bukti pembayaran pajak perolehan wajib disimpan. Biaya broker juga diakui sebagai biaya yang dapat dikurangkan. Biaya broker yang dibayar dalam transaksi properti dihitung baik saat perolehan maupun saat pengalihan. Untuk rumah 500 juta won, biaya broker biasanya sekitar 0,4-0,5%, yaitu sekitar 2-2,5 juta won, dan karena ada saat membeli dan menjual, total 4-5 juta won bisa dikurangkan. Biaya interior bisa diakui sebagai pengeluaran modal. Renovasi yang bukan sekadar perbaikan ringan tetapi meningkatkan nilai rumah, seperti menambah kamar, menambah kamar mandi, atau mengganti sistem pemanas, diakui sebagai biaya yang dapat dikurangkan. Bukti berupa faktur, penawaran harga, atau foto harus disimpan, dan pembayaran lewat transfer bank atau kartu lebih menguntungkan daripada tunai. Biaya pengosongan, biaya pindah, dan bunga pinjaman juga bisa diakui sebagai biaya yang dapat dikurangkan. Biaya pengosongan untuk mengeluarkan penyewa, biaya notaris, dan biaya pendaftaran harus disimpan kuitansinya untuk dilampirkan saat pelaporan. Bunga pinjaman juga bisa diakui jika memenuhi syarat tertentu. Untuk pengakuan biaya ini, bukti sangat penting. Kontrak, kuitansi, faktur pajak, dan salinan rekening harus disimpan secara sistematis. Biaya yang dibayar tunai sulit diakui, jadi sebisa mungkin gunakan transfer bank atau kartu dan simpan buktinya.

07

Prosedur dan batas waktu pelaporan pajak keuntungan modal atas properti

Pajak keuntungan modal harus dilaporkan dan dibayar dalam waktu 2 bulan sejak akhir bulan ketika properti dialihkan. Misalnya, jika pelunasan diterima pada 15 Maret 2026, laporan harus disampaikan paling lambat 31 Mei. Dasarnya adalah tanggal pelunasan atau tanggal peralihan kepemilikan yang lebih awal, bukan tanggal balik nama. Pelaporan dapat dilakukan dengan datang langsung ke kantor pajak setempat atau secara elektronik melalui Hometax. Pelaporan elektronik Hometax tersedia 24 jam, dan dokumen yang diperlukan bisa dipindai lalu dilampirkan. Jika kasusnya rumit, sebaiknya meminta bantuan konsultan pajak, dengan biaya biasanya sekitar 300 ribu sampai 1 juta won. Dokumen yang harus diserahkan saat pelaporan meliputi formulir laporan final pajak keuntungan modal, rincian perhitungan keuntungan modal, salinan kontrak perolehan dan pengalihan, kuitansi pajak perolehan, sertifikat registrasi properti, serta dokumen pendukung biaya yang dapat dikurangkan. Untuk pembebasan 1 rumah untuk 1 keluarga, diperlukan juga salinan daftar penduduk dan rincian verifikasi pindah alamat. Jika tidak melapor tepat waktu, denda keterlambatan pelaporan akan dikenakan. Tambahannya 20% dari pajak yang terhitung, dan untuk pelaporan tidak jujur bisa naik hingga 40%. Selain itu, jika pembayaran terlambat, dikenakan tambahan denda 0,022% per hari. Jika pajak 100 juta won terlambat 1 tahun, denda tambahan sekitar 8 juta won bisa muncul. Anda juga perlu memahami perbedaan antara laporan sementara dan laporan final. Laporan yang dilakukan dalam 2 bulan sejak akhir bulan pengalihan adalah laporan sementara, dan laporan ini juga memiliki efek sebagai laporan final. Tidak perlu melapor final secara terpisah, tetapi jika menemukan biaya tambahan atau ada kesalahan perhitungan, Anda bisa mengajukan koreksi melalui permohonan revisi. Sistem pembayaran cicilan juga dapat digunakan. Jika jumlah pajak melebihi 10 juta won, 10 juta won harus dibayar segera dan sisanya bisa dicicil dalam 2 bulan. Jika melebihi 20 juta won, batas waktu cicilan dapat diperpanjang hingga maksimal 45 hari.

08

Pajak keuntungan modal atas properti warisan dan hibah

Saat menjual properti yang diperoleh lewat warisan atau hibah, aturan yang berlaku berbeda dari jual beli biasa. Perbedaan terbesar ada pada cara menghitung harga perolehan. Untuk properti warisan atau hibah, harga perolehan tidak mengikuti nilai pasar saat warisan atau hibah, melainkan mengikuti harga perolehan awal dan tanggal perolehan awal dari pewaris atau pemberi hibah. Sebagai contoh, jika ayah membeli rumah seharga 100 juta won pada 2000, lalu diwariskan pada 2020 dan dijual pada 2026 seharga 500 juta won, keuntungan modalnya adalah 500 juta won dikurangi 100 juta won, yaitu 400 juta won. Walaupun nilai rumah saat warisan pada 2020 adalah 300 juta won, harga perolehannya tetap 100 juta won. Masa kepemilikan juga mengikuti masa kepemilikan pewaris. Jika ayah memilikinya sejak 2000, maka masa hitung dimulai dari 2000, bukan dari saat Anda menerima warisan pada 2020, sehingga potongan khusus kepemilikan jangka panjang dapat diterapkan. Karena dihitung sebagai 25 tahun kepemilikan, Anda bisa mendapat potongan maksimum 50%. Pembebasan pajak 1 rumah untuk 1 keluarga juga dapat diwarisi. Jika pewaris memenuhi syarat 1 rumah untuk 1 keluarga, ahli waris juga dapat mewarisi masa tinggal dan masa kepemilikannya untuk mendapat pembebasan pajak. Namun, jika ahli waris sudah memiliki rumah lain, syarat kepemilikan sementara 2 rumah harus dipenuhi. Rumah warisan dikecualikan dari hitungan jumlah rumah jika dialihkan dalam 5 tahun. Jika rumah warisan dijual dalam 5 tahun, pajak keuntungan modal dihitung terpisah tanpa digabungkan dengan rumah yang dimiliki biasa. Karena itu, jika ada rumah warisan, menjualnya dalam 5 tahun lebih menguntungkan dari sisi pajak. Untuk rumah hibah, pajak hibah dan pajak keuntungan modal harus dipertimbangkan sekaligus. Anda membayar pajak hibah saat menerima hibah, lalu membayar pajak keuntungan modal lagi saat menjualnya, sehingga ada beban pajak ganda. Karena itu, warisan atau jual beli bisa lebih menguntungkan daripada hibah, dan konsultasi dengan ahli pajak diperlukan.

09

Contoh praktik perhitungan pajak keuntungan modal atas properti

Mari lihat proses perhitungan pajak keuntungan modal melalui contoh nyata. A membeli apartemen di Gangnam-gu, Seoul, pada Maret 2020 seharga 500 juta won, lalu menjualnya pada Juni 2026 seharga 800 juta won. Masa kepemilikan 5 tahun, masa tinggal 5 tahun, dan statusnya adalah 1 rumah untuk 1 keluarga. Pertama, kita periksa syarat pembebasan 1 rumah untuk 1 keluarga. Syarat masa kepemilikan 2 tahun atau lebih dan masa tinggal 2 tahun atau lebih terpenuhi, tetapi harga pengalihan melebihi syarat 1,2 miliar won, jadi pembebasan pajak tidak bisa diterapkan. Karena itu, pajak keuntungan modal biasa harus dibayar. Keuntungan modal adalah 800 juta won - 500 juta won = 300 juta won. Dari sini dikurangi biaya yang dapat dikurangkan sebesar 24,2 juta won, yang mencakup pajak perolehan 14 juta won, biaya broker (saat membeli) 2 juta won, (saat menjual) 3,2 juta won, dan biaya interior 5 juta won. Jadi, keuntungan modal aktual menjadi 275,8 juta won. Lalu terapkan potongan khusus kepemilikan jangka panjang. Karena dimiliki 5 tahun, potongannya 20%, jadi 275,8 juta won ร— 20% = 55,16 juta won dipotong. Dengan demikian, dasar pajak menjadi 220,64 juta won. Hitung pajak keuntungan modal. Sampai 14 juta won dikenakan 6% = 840 ribu won, bagian di atas 14 juta won hingga 50 juta won 15% = 5,4 juta won, bagian di atas 50 juta won hingga 88 juta won 24% = 9,12 juta won, bagian di atas 88 juta won hingga 150 juta won 35% = 21,7 juta won, dan bagian di atas 150 juta won hingga 220,64 juta won 38% = 26,84 juta won, total 63,9 juta won. Jika ditambah pajak pendapatan lokal 10%, pajak akhir yang harus dibayar adalah 63,9 juta won ร— 1,1 = 70,29 juta won. A menerima 800 juta won, tetapi laba bersih sebenarnya adalah 800 juta won - 500 juta won (harga perolehan) - 70,29 juta won (pajak) - 24,2 juta won (biaya yang dapat dikurangkan) = sekitar 205,51 juta won. Jika A menjualnya di bawah 1,2 miliar won, pembebasan pajak bisa diterapkan dan sekitar 70 juta won pajak dapat dihemat. Seperti ini, jika harga jual berada di dekat 1,2 miliar won, penyesuaian harga dapat memberi manfaat pajak yang besar.

10

10 strategi untuk menghemat pajak keuntungan modal

Pertama, manfaatkan semaksimal mungkin syarat pembebasan 1 rumah untuk 1 keluarga. Jika memenuhi syarat di bawah 1,2 miliar won, kepemilikan 2 tahun, dan masa tinggal 2 tahun, Anda bisa menghemat pajak hingga puluhan juta won. Penting untuk mengatur waktu penjualan agar masa kepemilikan dan masa tinggal terpenuhi. Kedua, atur waktu penjualan untuk mendapatkan potongan khusus kepemilikan jangka panjang. Jika masa kepemilikan 2 tahun 11 bulan, menunggu 1 bulan lagi sampai genap 3 tahun memungkinkan potongan 12%. Terutama jika sudah 9 tahun 11 bulan, menahan 1 bulan lagi agar mendapatkan tarif potongan 40% untuk 10 tahun lebih menguntungkan. Ketiga, jangan lewatkan biaya yang dapat dikurangkan. Simpan semua kuitansi untuk pajak perolehan, biaya broker, biaya notaris, dan biaya interior, lalu buat bukti dengan transfer bank atau kartu. Transaksi tunai sulit diakui sebagai biaya yang dapat dikurangkan. Keempat, manfaatkan pengecualian kepemilikan sementara 2 rumah. Jika membeli rumah baru karena pindah rumah atau pindah kerja, menjual rumah lama dalam jangka waktu tertentu dapat mempertahankan pembebasan pajak. Harus dijual dalam 2 tahun di wilayah pengaturan dan 3 tahun di wilayah non-pengaturan. Kelima, gunakan nama bersama suami istri secara strategis. Jika suami istri masing-masing memiliki 1 rumah, masing-masing bisa mendapat pembebasan di wilayah non-pengaturan. Namun, keputusan harus dibuat hati-hati dengan mempertimbangkan pajak hibah dan pajak perolehan. Keenam, jual rumah warisan dalam 5 tahun. Jika rumah warisan dijual dalam 5 tahun, perhitungannya terpisah dari rumah biasa sehingga pajak tambahan bisa dihindari. Khususnya bagi pemilik banyak rumah, menjual rumah warisan lebih dulu lebih menguntungkan. Ketujuh, jual rumah di wilayah non-pengaturan terlebih dahulu. Jika pemilik banyak rumah menjual rumah di wilayah pengaturan, pajak tambahan berlaku, jadi lebih baik mengurangi jumlah rumah dengan menjual rumah di wilayah non-pengaturan terlebih dahulu. Kedelapan, hati-hati dengan kepemilikan hak pra-jual dan hak masuk. Hak pra-jual di wilayah pengaturan dianggap sebagai rumah dan memengaruhi penilaian kepemilikan banyak rumah. Jika Anda berencana menjual rumah lama, keputusan membeli hak pra-jual harus dibuat sangat hati-hati. Kesembilan, mintalah bantuan konsultan pajak. Sulit untuk memahami seluruh hukum pajak serta berbagai potongan dan pembebasan. Jika taruhannya mencapai puluhan juta won, biaya jasa pajak 300 ribu sampai 1 juta won sangat layak. Kesepuluh, patuhi batas waktu pelaporan. Denda keterlambatan pelaporan 20% dan denda keterlambatan pembayaran bisa sama beratnya dengan pokok pajak. Laporan dan pembayaran harus dilakukan dalam 2 bulan sejak akhir bulan tempat tanggal pengalihan berada.

Kalkulator terkait

Pertanyaan umum

Kapan 1 rumah untuk 1 keluarga dibebaskan dari pajak?
Per 2026, pajak keuntungan modal dibebaskan jika rumah bernilai 1,2 miliar won atau kurang dimiliki dan dihuni selama 2 tahun atau lebih. Ketiga syarat harus dipenuhi semuanya.
Berapa besar potongan khusus kepemilikan jangka panjang?
Mulai dari 12% untuk kepemilikan 3 tahun atau lebih dan bertambah setiap tahun, lalu 40% untuk 10 tahun atau lebih, dan maksimum 50% untuk 15 tahun atau lebih. Untuk 1 rumah untuk 1 keluarga, jika ditambah potongan masa tinggal, totalnya bisa mencapai 80%.
Apakah hasil perhitungan sudah termasuk pajak pendapatan lokal?
Ya. Kalkulator ini menampilkan estimasi pajak akhir dengan menambahkan pajak pendapatan lokal 10% ke pajak keuntungan modal yang dihitung dengan tarif progresif.