🌐 ID

Kalkulator Konsentrasi Pengenceran

Hitung Pengenceran dengan C₁V₁ = C₂V₂ — Hitung konsentrasi atau volume akhir dari nilai awal.

Volume Akhir (V₂)
Pengencer yang ditambahkan

Alat ini menganggap 1 ppm kira-kira sama dengan 1 mg/L hanya untuk larutan air encer. Jangan gunakan untuk pencampuran nonideal, bahan reaktif atau berbahaya, maupun dosis medis; ikuti SDS dan prosedur.

OSHA chemical hygiene · NIOSH acid/alkali controls · C₁V₁ reference

PANDUAN

Pelajari lebih lanjut

01

Prinsip Dasar Rumus Pengenceran

Rumus pengenceran C₁V₁ = C₂V₂ adalah rumus dasar untuk menghitung konsentrasi dan volume larutan. C₁ = konsentrasi awal, V₁ = volume awal, C₂ = konsentrasi akhir, V₂ = volume akhir. Contoh: untuk mengencerkan 10 mL larutan 1000 ppm menjadi 100 ppm: 1000 × 10 = 100 × V₂ → V₂ = 100 mL. Tambahkan 90 mL air. Rumus ini didasarkan pada kekekalan jumlah zat terlarut. Mol zat terlarut tetap sebelum dan sesudah pengenceran, hanya volume pelarut yang meningkat. Satuan konsentrasi: ppm, M (molaritas), %, mg/L, μg/mL. Konsistensi satuan harus dijaga dalam perhitungan.

02

Metode Perhitungan Pengenceran Serial

Pengenceran serial adalah metode pengenceran bertahap untuk membuat konsentrasi sangat rendah dari larutan berkonsentrasi tinggi. Contoh 1 (pengenceran 1:10 sebanyak 3 kali): larutan 1000 ppm diencerkan 1:10 tiga kali → 100 ppm → 10 ppm → 1 ppm. Setiap tahap: 1 mL larutan + 9 mL air. Contoh 2 (pengenceran 1:100): 1 mL larutan 10.000 ppm + 99 mL air = 100 ppm. Atau lakukan pengenceran 1:10 dua kali. Kultur mikroba: untuk mengencerkan bakteri dari 10⁹ CFU/mL menjadi 10² CFU/mL diperlukan pengenceran 10⁷ kali. Lakukan pengenceran 1:10 sebanyak 7 kali atau pengenceran 1:100 sebanyak 3,5 kali.

03

Panduan Persiapan Larutan Laboratorium

Pembuatan 1 L larutan NaCl 1 M: berat molekul NaCl = 58,44 g/mol. 1 M = 1 mol/L, jadi larutkan 58,44 g NaCl dalam air dan encerkan hingga 1 L. Diperlukan labu ukur. Encerkan menjadi 0,1 M: encerkan 100 mL larutan 1 M hingga 1 L (tambahkan 900 mL air) → 0,1 M. Konsentrasi %: untuk 500 mL larutan gula 10%: 50 g gula + 450 mL air (w/v%). Larutan ppm: 1000 ppm = 1000 mg/L = 0,1%. Untuk 1 L air garam 1000 ppm: 1 g garam + 1 L air.

04

Konversi Satuan Konsentrasi

ppm ↔ %: 1% = 10.000 ppm. Contoh: 500 ppm = 0,05%. Molaritas (M) ↔ g/L: M = (g/L) ÷ berat molekul. Contoh: NaCl 58,44 g/L = 1 M. ppm ↔ mg/L: 1 ppm = 1 mg/L (berbasis air). ppb ↔ μg/L: 1 ppb = 1 μg/L. 100 ppb = 0,1 ppm. w/v% ↔ g/L: 5% w/v = 50 g/L. v/v%: alkohol 70% v/v = 700 mL/L.

05

Manajemen Kesalahan dan Akurasi

Kesalahan pipet: pipet 10 mL dengan akurasi ±0,05 mL = kesalahan ±0,5%. Eksperimen presisi memerlukan mikropipet (dalam ±1%). Penggunaan labu ukur: untuk pengenceran 100 mL, gunakan labu ukur, bukan gelas beker. Gelas beker: kesalahan ±5%, labu ukur: kesalahan ±0,1%. Urutan pengenceran: tambahkan larutan berkonsentrasi tinggi terlebih dahulu, lalu pelarut. Urutan terbalik menyebabkan konsentrasi tidak seragam. Metode pencampuran: setelah pengenceran, campur hingga merata dengan vortex mixer atau pengaduk.

06

Penerapan Pengenceran Menurut Industri

Kualitas air: untuk menjaga klorin air keran pada 0,5~1,0 ppm, encerkan natrium hipoklorit (stok 10%). 10% = 100.000 ppm, sehingga untuk 1 ppm diperlukan pengenceran 100.000 kali. Stok 1 mL → encerkan dalam 100 L air. Aplikasi pestisida: stok herbisida (glifosat 48%) diencerkan 1000 kali untuk aplikasi. 100 mL stok + 100 L air = 0,048% = 480 ppm. Bahan pembersih: deterjen dapur diencerkan 100~500 kali. Disinfeksi medis: alkohol 70% = etanol 99% 707 mL + air suling 293 mL.

Pertanyaan umum

Apa arti tepat dari rumus C1V1 = C2V2?
Rumus ini menyatakan bahwa konsentrasi kali volume sebelum pengenceran (C₁V₁) sama dengan konsentrasi kali volume setelah pengenceran (C₂V₂), karena jumlah total zat terlarut tetap konstan. Jika tiga nilai diketahui, nilai keempat dapat dihitung.
Bagaimana nilai "pelarut yang ditambahkan" dihitung?
Nilainya sama dengan volume akhir (V₂) dikurangi volume awal (V₁). Contohnya, jika V₂ adalah 100 mL dan V₁ adalah 10 mL, Anda perlu menambahkan 90 mL pelarut.
Bagaimana jika satuan konsentrasi C1 dan C2 berbeda?
C₁ dan C₂ harus dimasukkan dalam satuan yang sama (misalnya keduanya ppm atau keduanya M) agar perhitungan benar. Ubah ke satuan yang sama sebelum memasukkan nilai.
Bisakah kalkulator ini menangani pengenceran serial?
Ya. Masukkan kembali konsentrasi dan volume akhir dari satu tahap sebagai nilai awal untuk tahap berikutnya agar dapat menghitung beberapa putaran pengenceran secara berurutan.
Apa yang perlu diperiksa jika hasilnya negatif atau salah?
Hasil yang secara fisik tidak mungkin biasanya berarti konsentrasi akhir dimasukkan lebih tinggi daripada konsentrasi awal, atau volume akhir lebih kecil daripada volume awal. Periksa kembali perbandingan nilai dan satuan input Anda.
KEANDALAN DAN SUMBER

Metode dan sumber resmi

perhitungan konsentrasi pengenceran menjelaskan masukan, asumsi, dan cakupan perhitungan.

Status resmi
Kalkulator referensi; bukan penetapan resmi.
Tanggal berlaku
Terakhir ditinjau

Metode

Menerapkan C₁V₁ = C₂V₂ after compatible-unit normalization pada nilai yang dimasukkan.

Contoh

Contoh: 1,000 ppm × 10 mL = 100 ppm × 100 mL.

Batasan

  • Tarif, aturan, dan keadaan pribadi dapat mengubah hasil.

Sumber