🌐 ID

📝 Kalkulator pajak pemotongan

Menghitung jumlah pajak pemotongan untuk honorarium dan biaya freelancer, pekerjaan sampingan, dan sejenisnya. Menghitung otomatis jumlah pajak yang tepat termasuk pajak penghasilan dan pajak tambahan khusus rekonstruksi.

📅 Tarif pajak pemotongan 2026: hingga 1 juta yen 10.21%, di atas 1 juta yen 20.42% (pajak penghasilan + pajak tambahan khusus rekonstruksi 2.1%)
Hasil perhitungan
Jumlah pajak pemotongan Jumlah bersih
Rincian pajak
Bagian hingga 1 juta yen · Tarif 10.21% Bagian di atas 1 juta yen · Tarif 20.42% Total pajak pemotongan
INFO

Tentang pajak pemotongan

01

Apa itu pajak pemotongan: pihak yang membayar honorarium memotong pajak penghasilan dan pajak tambahan khusus rekonstruksi saat pembayaran, lalu menyetorkannya ke negara atas nama penerima.

Honorarium dan biaya yang termasuk:
• Biaya tulisan, ceramah, desain
• Pemrograman, desain web
• Biaya konsultasi
• Biaya terjemahan dan penerjemahan lisan
• Imbalan untuk layanan profesional lainnya

Tarif (2026):
• Bagian hingga 1 juta yen: 10.21% (pajak penghasilan 10% + pajak tambahan khusus rekonstruksi 0.21%)
• Bagian di atas 1 juta yen: 20.42% (pajak penghasilan 20% + pajak tambahan khusus rekonstruksi 0.42%)

Pajak tambahan khusus rekonstruksi: untuk pendanaan pemulihan Gempa Besar Jepang Timur, tambahan 2.1% dari pajak penghasilan dikenakan mulai 1 Januari 2013 hingga 31 Desember 2037.

Catatan: pajak konsumsi tidak menjadi objek pemotongan. Jika honorarium sudah termasuk pajak konsumsi, maka jumlah sebelum pajaklah yang menjadi dasar pemotongan.

PANDUAN

Panduan lengkap pajak pemotongan 2026: perhitungan pajak dan pelaporan untuk freelancer dan pekerjaan sampingan

01

Dasar sistem pajak potong: memahami pemotongan pajak di Jepang

Pajak pemotongan adalah sistem di mana pihak yang membayar gaji atau honorarium (pemotong pajak) memotong pajak penghasilan dan pajak tambahan khusus rekonstruksi pada saat pembayaran, lalu menyetorkannya ke negara atas nama penerima. Pada 2026, bukan hanya gaji karyawan yang terkena, tetapi juga honorarium dan biaya untuk freelancer serta pekerja mandiri. Tujuan sistem ini adalah memastikan penerimaan pajak dan membuat pembayaran pajak lebih efisien. Jika penerima harus membayar sendiri, ada risiko pajak terlewat atau menunggak; karena itu pihak pembayar memungutnya terlebih dahulu lalu menyetorkannya. Contoh: jika seorang desainer web freelancer menerima 500,000 yen dari perusahaan, perusahaan memotong 500,000 yen × 10.21% = 51,050 yen, dan pembayaran bersihnya menjadi 448,950 yen. Perusahaan kemudian menyetorkan 51,050 yen ke kantor pajak paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Honorarium dan biaya yang menjadi objek pemotongan ditetapkan dalam Pasal 204 Undang-Undang Pajak Penghasilan Jepang; yang utama adalah biaya tulisan dan ceramah (penulis, pengajar), biaya desain dan ilustrasi (desainer, ilustrator), biaya terjemahan dan penerjemahan lisan, pemrograman dan pengembangan sistem (engineer), biaya konsultasi, imbalan profesi seperti pengacara, akuntan pajak, dan konsultan ketenagakerjaan, honor penampilan artis dan model, hadiah untuk atlet, dan lain-lain. Sebaliknya, ada juga pembayaran yang tidak dipotong pajak: penjualan barang (misalnya karya handmade), pendapatan sewa properti, kerja paruh waktu dan kerja sambilan (dihitung terpisah sebagai penghasilan gaji), transaksi antarindividu (imbalan dari pihak selain perusahaan atau pelaku usaha), dan sebagainya. Pada 2026, tarif pajak pemotongan terdiri dari dua lapis. Untuk satu kali pembayaran kepada satu orang hingga 1 juta yen: 10.21% (pajak penghasilan 10% + pajak tambahan khusus rekonstruksi 0.21%), dan untuk bagian di atas 1 juta yen: 20.42% (pajak penghasilan 20% + pajak tambahan khusus rekonstruksi 0.42%). Pajak tambahan khusus rekonstruksi, yang ditujukan untuk mendanai pemulihan setelah Gempa Besar Jepang Timur 2011, menambahkan 2.1% dari pajak penghasilan mulai 1 Januari 2013 sampai 31 Desember 2037. Jadi tarif dasar 10% menjadi 10.21% dan 20% menjadi 20.42%. Mulai 2038, pajak tambahan khusus rekonstruksi akan dihapus dan tarif diperkirakan kembali ke 10% dan 20%. Pajak yang sudah dipotong bersifat seperti pembayaran di muka; jumlah akhirnya dihitung dalam penyesuaian akhir tahun atau pelaporan pajak, lalu kelebihan atau kekurangannya diselesaikan. Jika potongan dan pengurangannya banyak atau ada biaya usaha, pajak yang sudah dipotong juga bisa kembali sebagai refund.

02

Tarif pajak pemotongan 2026 dan cara menghitungnya: aturan penerapan 10.21% dan 20.42%

Perhitungan pajak pemotongan memakai sistem tarif progresif: tarif yang dikenakan berubah sesuai jumlah honorarium. Memahami cara hitung yang tepat membantu memperkirakan pendapatan bersih dan menentukan nominal tagihan. Perhitungan untuk honorarium hingga 1 juta yen: jumlah honorarium × 10.21% = jumlah pajak pemotongan. Contoh: untuk biaya tulisan 300,000 yen, 300,000 yen × 10.21% = 30,630 yen (pajak pemotongan), bersih = 300,000 yen - 30,630 yen = 269,370 yen. Untuk biaya desain 500,000 yen, 500,000 yen × 10.21% = 51,050 yen, bersih = 500,000 yen - 51,050 yen = 448,950 yen. Untuk tepat 1,000,000 yen, 1,000,000 yen × 10.21% = 102,100 yen, bersih = 1,000,000 yen - 102,100 yen = 897,900 yen. Perhitungan untuk honorarium di atas 1 juta yen: bagian hingga 1 juta × 10.21% + bagian di atas 1 juta × 20.42% = jumlah pajak pemotongan. Untuk biaya ceramah 1,500,000 yen: bagian 1,000,000 yen × 10.21% = 102,100 yen, bagian 500,000 yen × 20.42% = 102,100 yen, total pajak pemotongan = 102,100 yen + 102,100 yen = 204,200 yen, bersih = 1,500,000 yen - 204,200 yen = 1,295,800 yen. Untuk biaya konsultasi 2,000,000 yen: bagian 1,000,000 yen × 10.21% = 102,100 yen, bagian 1,000,000 yen × 20.42% = 204,200 yen, total pajak pemotongan = 102,100 yen + 204,200 yen = 306,300 yen, bersih = 2,000,000 yen - 306,300 yen = 1,693,700 yen. Untuk biaya pengembangan sistem 5,000,000 yen: bagian 1,000,000 yen × 10.21% = 102,100 yen, bagian 4,000,000 yen × 20.42% = 816,800 yen, total pajak pemotongan = 102,100 yen + 816,800 yen = 918,900 yen, bersih = 5,000,000 yen - 918,900 yen = 4,081,100 yen. Perlu memperhatikan pajak konsumsi. Objek pajak pemotongan hanyalah honorarium pokok, bukan pajak konsumsi. Jika pajak konsumsi sudah termasuk dalam honorarium, maka jumlah sebelum pajaklah yang menjadi dasar pemotongan. Contoh: jika honorarium 550,000 yen termasuk pajak (PPN 10%), jumlah sebelum pajak = 550,000 yen ÷ 1.10 = 500,000 yen, pajak pemotongan = 500,000 yen × 10.21% = 51,050 yen, pajak konsumsi = 50,000 yen, dan bersih = 550,000 yen - 51,050 yen = 498,950 yen. Namun, jika di faktur tidak dicantumkan pajak konsumsi atau pembagiannya tidak jelas, pihak pembayar kadang menghitung pemotongan dari total bruto. Karena itu penting untuk menulis dengan jelas di faktur: 「Honorarium: 500,000 yen, Pajak konsumsi: 50,000 yen, Total: 550,000 yen, Pajak pemotongan: 51,050 yen (500,000 yen × 10.21%), Jumlah dibayar: 498,950 yen」.

03

Pemotong pajak dan penerima: siapa yang memotong dan siapa yang dipotong?

Dalam sistem pajak pemotongan, penting untuk memahami dengan benar siapa yang wajib memotong dan siapa yang dipotong. Pemotong pajak adalah semua badan hukum yang membayar honorarium kepada individu (misalnya perusahaan saham, LLC, NPO, dan sebagainya), serta pelaku usaha perorangan yang secara rutin membayar gaji kepada dua orang atau lebih karyawan. Namun, pelaku usaha perorangan tanpa karyawan (hanya diri sendiri), atau hanya karyawan keluarga tertentu, tidak memiliki kewajiban memotong atas pembayaran honorarium (untuk gaji ada aturan tersendiri). Contohnya, jika perusahaan A (badan hukum) membayar 500,000 yen kepada desainer freelancer B, A memotong 51,050 yen dan membayar 448,950 yen. Jika pengusaha perorangan C (3 karyawan) membayar 300,000 yen kepada penulis freelancer D, C memotong 30,630 yen dan membayar 269,370 yen. Jika pengusaha perorangan E (tanpa karyawan, hanya diri sendiri) membayar 500,000 yen kepada programmer freelancer F, E tidak punya kewajiban pemotongan sehingga membayar penuh 500,000 yen (F melunasi pajaknya lewat SPT). Penerima yang terkena pemotongan adalah individu yang menerima honorarium dari badan hukum atau pelaku usaha perorangan (freelancer, karyawan dengan pekerjaan sampingan, pelaku usaha perorangan). Honorarium yang diterima badan hukum tidak terkena pemotongan (dipajaki lewat pajak badan). Sebagai pengecualian, beberapa badan profesi seperti firma hukum dan firma akuntan pajak termasuk objek pemotongan. Kasus yang sulit: jika karyawan dengan pekerjaan sampingan menerima honorarium dari perusahaan, honor dari tempat kerja utama dipotong sebagai penghasilan gaji (dihitung terpisah dari pajak pemotongan honorarium). Jika menerima honorarium dari perusahaan lain, itu dipotong sebagai honorarium dengan tarif 10.21% atau 20.42%. Jika pelaku usaha perorangan menerima honorarium dengan nama usaha, nama usaha itu tetap nama lain dari orang tersebut, jadi tetap terkena pemotongan. Jika sudah berbentuk badan hukum (misalnya perseroan), tidak terkena pemotongan (transaksi antar badan hukum). Dalam crowdsourcing, honorarium melalui Lancers, CrowdWorks, Coconala, dan platform sejenis dipotong oleh perusahaan pengelola platform sebagai pemotong pajak. Karena pajak sudah dipotong saat pembayaran, penerima jasa menerima jumlah setelah potongan. Untuk kewajiban penyetoran, pajak yang dipotong pada prinsipnya harus disetor ke kantor pajak paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya setelah bulan pembayaran. Contoh: pajak atas honorarium yang dibayar pada Januari harus disetor paling lambat 10 Februari. Pelaku usaha kecil yang membayar gaji kepada kurang dari 10 orang secara rutin dapat mengajukan fasilitas pembayaran berkala, sehingga penyetoran dilakukan dua kali setahun (untuk Januari-Juni pada 10 Juli, dan untuk Juli-Desember pada 20 Januari tahun berikutnya). Jika terlambat membayar, dapat dikenakan denda keterlambatan setor (10%, atau 5% jika disetor secara sukarela) dan bunga keterlambatan (7.3% hingga 14.6% per tahun).

04

Bukti potong pajak dan laporan pembayaran: cara memahami dokumen penting akhir tahun

Dokumen penting terkait pajak pemotongan ada dua, yaitu bukti potong pajak dan laporan pembayaran, dan keduanya memiliki kegunaan serta sasaran yang berbeda. Bukti potong pajak (untuk penghasilan gaji) adalah dokumen yang diterima karyawan dari perusahaan pada akhir tahun atau saat keluar kerja, berisi total gaji setahun, jumlah pajak penghasilan yang dipotong, iuran asuransi sosial, dan berbagai pengurang. Dokumen ini diperlukan untuk SPT (misalnya jika ada pekerjaan sampingan) dan juga dapat dipakai sebagai bukti penghasilan untuk pengajuan KPR. Perusahaan wajib menerbitkannya untuk semua karyawan, biasanya antara Desember sampai Januari tahun berikutnya. Formulirnya adalah 「Bukti potong pajak penghasilan dari gaji」 (versi untuk kantor pajak dan versi untuk karyawan). Laporan pembayaran (untuk honorarium dan biaya) adalah dokumen yang diterima - atau kadang tidak diterima - oleh freelancer dan pelaku usaha perorangan dari perusahaan, berisi total honorarium setahun dan pajak penghasilan yang dipotong. Dokumen ini dipakai sebagai referensi SPT, tetapi tidak wajib: jika pembukuan rapi, pelaporan tetap bisa dilakukan tanpa laporan tersebut. Perusahaan wajib menyerahkannya ke kantor pajak jika total pembayaran tahunan melebihi batas tertentu (sering kali 50,000 yen), tetapi tidak wajib memberikannya ke penerima. Karena itu banyak perusahaan yang tidak menerbitkannya, dan freelancer harus mengelola pencatatannya sendiri. Formulirnya adalah 「Laporan pembayaran honorarium, biaya, kontrak, dan hadiah」. Isi laporan: penerima pembayaran (nama, alamat, nomor identitas), jumlah pembayaran (total honorarium setahun, jumlah sebelum pajak), jumlah pajak pemotongan (total pajak yang dipotong selama setahun), dan pihak pembayar (nama perusahaan, alamat, nomor perusahaan). Contoh: jika seorang desainer freelancer menerima honor dari perusahaan A sebanyak 12 kali pada 2024, total 2,400,000 yen (200,000 yen per pembayaran), maka jumlah pembayaran adalah 2,400,000 yen, jumlah pajak pemotongan adalah 102,100 yen untuk bagian 1 juta yen + 285,880 yen untuk bagian 1.4 juta yen, total 387,980 yen. Angka-angka ini dicantumkan di laporan yang diserahkan perusahaan A ke kantor pajak paling lambat akhir Januari tahun berikutnya (penyerahan ke penerima tetap opsional). Dari sisi freelancer, meskipun laporan tidak datang, Anda tetap harus mencatat total honorarium dan pajak pemotongan lewat pembukuan, Excel, atau salinan faktur. Jika punya banyak klien, semua honorarium dan pajak pemotongan digabungkan saat SPT. Ringkasnya, bukti potong pajak untuk karyawan (penghasilan gaji), sedangkan laporan pembayaran untuk freelancer (penghasilan honorarium). Kewajiban penerbitannya juga berbeda: bukti potong wajib untuk semua, sedangkan laporan pembayaran tidak wajib diberikan ke penerima (namun penyampaian ke kantor pajak wajib di atas batas tertentu). Dalam SPT, bukti potong bisa jadi lampiran wajib jika diperlukan (tidak perlu jika pakai e-Tax), sedangkan laporan pembayaran tidak perlu dilampirkan (hanya referensi). Secara praktik, jangan panik kalau laporan pembayaran tidak datang. Selama pembukuan Anda rapi, tidak ada masalah. Namun, jika jumlah pajak pemotongan tidak jelas, hitung 10.21% atau 20.42% dari masing-masing honorarium atau tanyakan ke klien.

05

Menyesuaikan pajak pemotongan dalam SPT: cara mendapatkan refund dan hal yang perlu diperhatikan

Pajak yang sudah dipotong adalah pembayaran di muka; dalam SPT kita menghitung pajak penghasilan final dan menyesuaikan selisihnya. Dalam banyak kasus, freelancer dan pekerja sampingan bisa mendapatkan refund berkat pengurang dan biaya usaha. Alur dasar SPT adalah: menjumlahkan penghasilan setahun (total honorarium), menghitung biaya yang diperlukan (pengeluaran terkait usaha), menentukan penghasilan (penghasilan - biaya), mengurangkan pengurang penghasilan (pengurang dasar 480,000 yen, pengurang iuran asuransi sosial, pengurang biaya medis, dan lain-lain), menghitung penghasilan kena pajak (penghasilan - pengurang), menerapkan tarif untuk menghitung pajak (penghasilan kena pajak × tarif), mengurangkan kredit pajak (misalnya kredit KPR), lalu mengurangkan pajak yang sudah dipotong. Hasilnya bisa positif (bayar) atau negatif (refund). Contoh nyata: kasus SPT seorang penulis freelancer. Honor setahun: 3,000,000 yen, pajak pemotongan: 306,300 yen (1,000,000 yen × 10.21% + 2,000,000 yen × 20.42%), biaya: 800,000 yen (komputer, buku, biaya liputan, komunikasi, dan lain-lain), penghasilan: 3,000,000 yen - 800,000 yen = 2,200,000 yen, pengurang penghasilan: pengurang dasar 480,000 yen + pengurang iuran asuransi sosial 600,000 yen = 1,080,000 yen, penghasilan kena pajak: 2,200,000 yen - 1,080,000 yen = 1,120,000 yen, pajak penghasilan: 1,120,000 yen × 5% = 56,000 yen (tarif 5% untuk hingga 1,950,000 yen), pajak tambahan khusus rekonstruksi: 56,000 yen × 2.1% = 1,176 yen, total pajak: 56,000 yen + 1,176 yen = 57,176 yen, pajak yang sudah dipotong: 306,300 yen, refund: 306,300 yen - 57,176 yen = 249,124 yen. Dalam kasus ini, sekitar 250,000 yen akan dikembalikan. Kasus karyawan dengan pekerjaan sampingan: gaji utama 6,000,000 yen (sudah dipotong dan disesuaikan akhir tahun), honor sampingan 1,000,000 yen (pajak dipotong 102,100 yen), biaya pekerjaan sampingan 200,000 yen, penghasilan gaji: 6,000,000 yen (setelah pengurang gaji) × 0.8 = 4,800,000 yen (perkiraan), penghasilan usaha: 1,000,000 yen - 200,000 yen = 800,000 yen, total penghasilan: 4,800,000 yen + 800,000 yen = 5,600,000 yen, pengurang penghasilan: pengurang dasar 480,000 yen + iuran asuransi sosial 1,000,000 yen = 1,480,000 yen, penghasilan kena pajak: 5,600,000 yen - 1,480,000 yen = 4,120,000 yen, pajak penghasilan: 4,120,000 yen × 20% - 427,500 yen = 396,500 yen (tarif 20% untuk 3,300,000 yen sampai 6,950,000 yen), pajak tambahan khusus rekonstruksi: 396,500 yen × 2.1% = 8,327 yen, total pajak: 396,500 yen + 8,327 yen = 404,827 yen, pajak yang sudah dipotong dari pekerjaan utama: 350,000 yen (asumsi), pajak yang sudah dipotong dari sampingan: 102,100 yen, total potongan: 452,100 yen, refund: 452,100 yen - 404,827 yen = 47,273 yen. Bahkan untuk pekerjaan sampingan, pencatatan biaya sering membuat refund bisa didapat. Kasus refund pajak pemotongan yang paling umum: biaya tinggi (penghasilan nyata lebih kecil dari asumsi saat pemotongan), banyak pengurang penghasilan (iuran asuransi sosial, biaya medis, donasi, KPR, dan lain-lain), penghasilan kena pajak rendah (pemotongan bersifat seragam 10.21% atau 20.42%, sedangkan tarif aktual mulai 5%, jadi penghasilan rendah lebih sering mendapat refund). Catatan penting: refund tidak akan diterima jika tidak mengajukan SPT. Banyak orang salah paham bahwa karena sudah dipotong maka tidak perlu lapor, padahal untuk mendapatkan refund Anda wajib melapor. Batas pelaporan adalah 16 Februari sampai 15 Maret tahun berikutnya, tetapi SPT refund bisa diajukan mulai Januari dan dapat mundur hingga 5 tahun.

06

Cara menulis faktur dan mencantumkan pajak pemotongan: wajib diketahui freelancer

Agar pajak pemotongan diproses dengan benar, penting untuk mencantumkan jumlah pajak pemotongan di faktur dan menegaskan jumlah bersih yang harus dibayar. Format faktur yang tepat adalah sebagai berikut. Informasi dasar: nama tujuan/tagihan (misalnya ○○perusahaan saham kepada), nomor faktur, tanggal terbit, batas pembayaran, dan informasi rekening tujuan transfer. Rincian honorarium: isi pekerjaan (misalnya desain situs web), jumlah honorarium sebelum pajak: 500,000 yen, pajak konsumsi (10%): 50,000 yen, subtotal termasuk pajak: 550,000 yen. Perhitungan dan pencantuman pajak pemotongan: pajak pemotongan: 51,050 yen, rumus: 500,000 yen (honorarium sebelum pajak) × 10.21% = 51,050 yen, jumlah bersih yang dibayar: 498,950 yen, rumus: 550,000 yen (total termasuk pajak) - 51,050 yen (pajak pemotongan) = 498,950 yen. Poin penting: pajak pemotongan dihitung dari honorarium sebelum pajak (pajak konsumsi tidak termasuk). Dengan mencantumkan jumlah pajak pemotongan di faktur, Anda mencegah kesalahan hitung dari pihak pembayar. Dengan mencantumkan jumlah bersih yang akan ditransfer, verifikasi pembayaran jadi lebih mudah. Jika penanganan pajak konsumsi tidak jelas (misalnya faktur dibuat total termasuk pajak atau pajak tidak ditulis terpisah), pihak pembayar mungkin memotong dari total bruto, jadi jumlah sebelum pajak harus selalu ditulis. Contoh faktur untuk honorarium di atas 1 juta yen: isi pekerjaan: pengembangan sistem, jumlah honorarium sebelum pajak: 1,500,000 yen, pajak konsumsi (10%): 150,000 yen, subtotal termasuk pajak: 1,650,000 yen, pajak pemotongan: 204,200 yen, rumus: 1 juta yen × 10.21% = 102,100 yen, 500,000 yen × 20.42% = 102,100 yen, total = 204,200 yen, jumlah bersih yang dibayar: 1,445,800 yen. Untuk pekerjaan beberapa bulan, jumlah pajak pemotongan bisa berbeda tergantung apakah Anda menagih per bulan atau sekaligus. Contoh: pekerjaan senilai 900,000 yen selama 3 bulan, jika ditagih tiap bulan: bulan 1 = 300,000 yen × 10.21% = 30,630 yen, bulan 2 = 30,630 yen, bulan 3 = 30,630 yen, total pajak pemotongan = 91,890 yen. Jika ditagih sekaligus: 900,000 yen × 10.21% = 91,890 yen, total pajak pemotongan = 91,890 yen. Dalam kasus ini sama, tetapi jika melewati 1 juta yen hasilnya berbeda. Contoh: pekerjaan 1,500,000 yen selama 3 bulan pada 500,000 yen per bulan, jika ditagih tiap bulan: tiap bulan = 500,000 yen × 10.21% = 51,050 yen, total pajak pemotongan = 153,150 yen. Jika ditagih sekaligus: 1 juta yen × 10.21% = 102,100 yen + 500,000 yen × 20.42% = 102,100 yen, total pajak pemotongan = 204,200 yen. Selisihnya 51,050 yen lebih banyak dipotong. Karena itu, untuk nominal besar, penagihan bertahap kadang lebih menguntungkan (meski pada akhirnya tetap diselesaikan dalam SPT). Untuk efisiensi pembuatan faktur, software akuntansi seperti freee, Money Forward, dan Yayoi punya fitur hitung pajak pemotongan otomatis sehingga faktur lebih mudah dibuat. Alat khusus faktur seperti Misoca dan Rakuraku Meisai juga mendukung pajak pemotongan. Jika memakai template Excel, cukup masukkan rumus agar perhitungan otomatis.

07

Honorarium yang tidak dipotong dan kasus pengecualian: contoh khusus yang perlu diketahui

Honorarium yang menjadi objek pemotongan ditentukan secara terbatas oleh Undang-Undang Pajak Penghasilan; pembayaran yang tidak termasuk tidak perlu dipotong. Ada juga beberapa kasus khusus. Honorarium utama yang tidak dipotong antara lain pendapatan dari penjualan barang (karya handmade, beli-jual, resale, dan lain-lain). Ini dilaporkan sebagai capital gain atau penghasilan usaha, tetapi tidak menjadi objek pemotongan. Pendapatan sewa properti (mengelola apartemen, parkir, dan sebagainya) juga dilaporkan sebagai penghasilan properti, tetapi bukan objek pemotongan (meski ada pengecualian tertentu jika badan hukum menyewa properti dari individu). Keuntungan saham, FX, dan kripto (capital gain atau penghasilan lain-lain) juga tidak dipotong, dan pajaknya dibayar lewat SPT (meski saham pada akun tertentu dengan opsi 「dipotong di sumber」 memang terkena pemotongan). Pendapatan iklan dari YouTube atau blog (misalnya Google AdSense) juga tidak dipotong karena dibayar oleh perusahaan luar negeri. Itu dilaporkan sebagai penghasilan lain-lain dalam SPT. Hasil dari crowdfunding juga diperlakukan sebagai hadiah atau penjualan dan tidak menjadi objek pemotongan. Transaksi antarindividu (Mercari, Yahoo! Auctions, dan lain-lain) juga tidak memiliki kewajiban pemotongan jika pembayaran dilakukan dari individu ke individu. Namun, jika dilakukan terus-menerus dan berulang, bisa perlu dilaporkan sebagai penghasilan usaha. Honorarium dari pelaku usaha perorangan tanpa karyawan juga tidak dipotong jika pihak pembayar tidak punya karyawan (hanya diri sendiri atau hanya karyawan keluarga tertentu). Penerima kemudian membayar lewat SPT. Kasus khusus dan pengecualian: jika satu kali pembayaran kepada satu orang adalah 50,000 yen atau kurang (meski tidak berlaku jika pembayarannya berulang), jika biaya perjalanan dan penginapan dibayar terpisah untuk ceramah (biaya transportasi dan hotel yang diganti sesuai biaya nyata tidak menjadi objek pemotongan), atau jika honorarium dibayarkan kepada orang yang tinggal di luar negeri (pembayaran kepada non-residen mengikuti aturan pemotongan berbeda dan dikenai 20.42%). Jika pajak sudah terpotong padahal semestinya tidak, segera hubungi pihak pembayar dan minta koreksi. Jika pajak sudah disetor ke kantor pajak, penerima dapat mencantumkannya sebagai jumlah pajak yang dipotong dalam SPT dan memperoleh refund. Menuliskan di faktur 「Honorarium ini tidak menjadi objek pemotongan」 dapat mencegah salah potong. Untuk memastikan perlu atau tidaknya pemotongan, cek apakah pembayaran termasuk item yang tercantum dalam Pasal 204 Undang-Undang Pajak Penghasilan, cek apakah pihak pembayar punya kewajiban pemotongan (badan hukum atau pelaku usaha perorangan dengan karyawan), konsultasikan dengan konsultan pajak atau kantor pajak (konsultasi di kantor pajak gratis), atau gunakan fungsi deteksi otomatis pada software akuntansi (freee, Money Forward, dan lain-lain akan mendeteksinya otomatis saat jenis honorarium dipilih).

08

Strategi pajak untuk freelancer dan pekerjaan sampingan: cara legal meminimalkan pajak pemotongan

Pajak pemotongan memang tidak bisa dihindari, tetapi beban pajak akhir bisa dikurangi dengan mencatat biaya dan memanfaatkan pengurang secara tepat dalam SPT. Untuk memaksimalkan biaya, semua pengeluaran yang terkait dengan usaha freelancer bisa dibebankan sebagai biaya. Pos biaya utama meliputi: biaya komunikasi (internet, ponsel; dibagi proporsional jika rumah juga dipakai sebagai kantor), komputer dan perangkat lunak (di bawah 100,000 yen bisa langsung dibebankan, di atas 100,000 yen perlu penyusutan), buku dan materi belajar (buku profesional, kelas online yang terkait pekerjaan), transportasi (rapat, liputan, seminar), biaya hiburan/relasi bisnis (makan bersama klien, oleh-oleh), sewa dan utilitas (jika rumah juga dipakai sebagai kantor, dibagi sesuai porsi penggunaan untuk pekerjaan; misalnya 30% dibebankan), serta perlengkapan habis pakai (alat tulis, tinta printer, kartu nama), dan lain-lain. Karyawan dengan pekerjaan sampingan juga bisa mencatat biaya yang terkait dengan pekerjaan sampingan. Namun, biaya yang terkait dengan pekerjaan utama sebagai karyawan tidak diakui kecuali menggunakan pengurang biaya tertentu. Dengan memanfaatkan blue return, jika mengajukan permohonan, Anda dapat memperoleh pengurang khusus hingga 650,000 yen (jika memakai e-Tax) atau 550,000 yen (jika lapor kertas). Contoh: dengan penghasilan 3,000,000 yen, jika lapor putih: penghasilan kena pajak = 3,000,000 yen - 480,000 yen pengurang dasar = 2,520,000 yen, pajak = 2,520,000 yen × 10% - 97,500 yen = 154,500 yen. Jika lapor biru: penghasilan kena pajak = 3,000,000 yen - 650,000 yen pengurang biru - 480,000 yen pengurang dasar = 1,870,000 yen, pajak = 1,870,000 yen × 5% = 93,500 yen. Selisihnya 154,500 yen - 93,500 yen = 61,000 yen penghematan pajak. Manfaat lain blue return adalah kerugian dapat dibawa 3 tahun (kalau tahun ini rugi, bisa dikompensasikan dengan laba tahun berikutnya), gaji untuk keluarga yang bekerja penuh dalam usaha dapat dibebankan, dan aset tetap di bawah 300,000 yen bisa langsung dibebankan. Untuk memanfaatkan semua pengurang penghasilan tanpa ada yang terlewat: pengurang dasar (480,000 yen, berlaku untuk semua), pengurang iuran asuransi sosial (pensiun nasional, asuransi kesehatan nasional, seluruhnya dapat dikurangkan), pengurang premi asuransi jiwa (maksimal 120,000 yen), pengurang asuransi gempa bumi (maksimal 50,000 yen), pengurang biaya medis (biaya medis tahunan di atas 100,000 yen), pengurang donasi (termasuk furusato nozei), dan pengurang iuran pensiun usaha kecil dan sejenisnya (iDeCo, pensiun usaha kecil, seluruhnya dapat dikurangkan sekaligus membantu menabung untuk pensiun). iDeCo sangat efektif: misalnya kontribusi 20,000 yen per bulan (240,000 yen per tahun), penghasilan kena pajak 3,000,000 yen turun menjadi 2,760,000 yen; pada tarif 10%, penghematan pajak 24,000 yen, dan hasil investasinya juga bebas pajak. Untuk kredit pajak, ada kredit KPR (0.7% dari sisa pokok KPR akhir tahun, maksimal 350,000 yen per tahun, selama 10 tahun). Ini bukan pengurang penghasilan, melainkan kredit pajak, sehingga langsung memotong pajak terutang dan efeknya besar. Memanfaatkan furusato nozei juga efektif: dengan beban nyata 2,000 yen Anda bisa mendapat hadiah, dan melalui pengurang donasi Anda memperoleh pengembalian pajak. Dengan penghasilan 5,000,000 yen, Anda bisa berdonasi sekitar 60,000 yen dan 58,000 yen akan dikurangkan.

09

Masalah terkait pajak pemotongan dan cara mengatasinya: masalah umum dan solusinya

Masalah terkait pajak pemotongan ternyata cukup sering terjadi dan perlu ditangani dengan tepat. Jika seharusnya dipotong tetapi tidak dipotong, kemungkinan pihak pembayar (klien) tidak mengetahui kewajiban pemotongan atau lupa melakukannya. Cara mengatasinya: pihak penerima (freelancer) tetap melaporkan seluruh jumlah sebagai pendapatan dalam SPT dan membayar pajaknya. Meski tidak dipotong, kewajiban pajak tidak hilang. Jika pihak pembayar baru menyadarinya belakangan, mereka bisa terkena sanksi keterlambatan setor (10%), jadi akan lebih baik jika segera diingatkan. Penerima tidak terkena penalti khusus selama melapor dengan benar. Jika jumlah pajak pemotongan salah (terlalu besar atau terlalu kecil), penyebabnya bisa karena dihitung dari jumlah termasuk pajak konsumsi (yang benar adalah jumlah sebelum pajak), salah menghitung bagian di atas 1 juta yen (misalnya semuanya dihitung 20.42%), atau menghitung 10% tanpa memasukkan pajak tambahan khusus rekonstruksi sehingga seharusnya 10.21%. Solusinya: terbitkan ulang faktur dengan rumus dan angka yang benar. Jika pembayaran sudah dilakukan, minta pihak pembayar mengoreksi dan mengembalikan selisihnya atau menambah pembayaran. Jika mereka tidak mau, cantumkan jumlah pajak pemotongan yang sebenarnya dalam SPT, dan kelebihan atau kekurangan akan diselesaikan di SPT (jika terlalu banyak dipotong akan refund, jika terlalu sedikit akan bayar tambahan). Jika laporan pembayaran tidak datang atau jumlahnya berbeda, perusahaan tidak wajib memberikannya kepada penerima, jadi laporan yang tidak datang bukan hal aneh. Solusinya: kelola penghasilan dan pajak pemotongan Anda lewat pembukuan sendiri (salinan faktur, catatan masuknya pembayaran). Laporan pembayaran tidak perlu dilampirkan ke SPT, jadi tidak ada masalah jika tidak ada. Jika angkanya berbeda, cocokkan dengan catatan Anda dan konfirmasi ke klien bila ada kesalahan. Jika refund pajak pemotongan tidak keluar, penyebabnya bisa karena tidak mengajukan SPT (refund hanya bisa diterima jika lapor), jumlah pajak pemotongan tidak ditulis di SPT, atau pajak sebenarnya lebih besar dari pajak yang dipotong (jadi bukan refund, melainkan bayar tambahan). Solusinya: selalu ajukan SPT (pengajuan refund bisa dimulai sejak Januari dan mundur hingga 5 tahun). Isi kolom 「jumlah pajak pemotongan」 dengan angka yang benar. Jika memakai e-Tax, refund biasanya masuk sekitar 2 minggu; jika kertas, sekitar 1 sampai 2 bulan. Jika klien tidak menyetor pajak yang dipotong ke kantor pajak, penerima (freelancer) tidak punya tanggung jawab langsung, tetapi saat mengisi SPT Anda hanya boleh mencantumkan jumlah yang benar-benar dipotong. Solusinya: dorong klien untuk menyetorkan. Jika kantor pajak menghubungi, jelaskan situasinya dengan jujur (penerima tidak disalahkan). Dalam SPT, cantumkan hanya jumlah yang benar-benar dipotong; jika mencantumkan yang tidak dipotong, itu menjadi laporan palsu. Untuk honorarium dari klien luar negeri: untuk klien di Jepang, aturan normal pemotongan (10.21% atau 20.42%) berlaku. Untuk klien luar negeri (non-residen atau badan asing), pada prinsipnya tidak ada kewajiban pemotongan, kecuali jika mereka memiliki establishment tetap di Jepang. Solusinya: honor dari luar negeri sering kali tidak dipotong, jadi laporkan seluruhnya dalam SPT dan bayarkan pajaknya. Hal yang sama berlaku jika Anda menerima pembayaran melalui PayPal dan sejenisnya.

10

Cara memanfaatkan kalkulator pajak pemotongan: penggunaan praktis dalam dunia bisnis

Kalkulator pajak pemotongan adalah alat yang sangat berguna untuk freelancer dan staf akuntansi perusahaan karena membuat pekerjaan harian lebih efisien. Saat memperkirakan honor freelancer, jika klien berkata, 「Saya ingin pesan dengan anggaran 500,000 yen」, Anda bisa langsung menghitung jumlah bersih yang sebenarnya. Untuk anggaran 500,000 yen termasuk pajak, jumlah sebelum pajak = 500,000 ÷ 1.10 = 454,545 yen, pajak pemotongan = 454,545 × 10.21% = 46,409 yen, pajak konsumsi = 45,455 yen, bersih = 500,000 - 46,409 = 453,591 yen. Jika dicek langsung dengan kalkulator, Anda bisa memutuskan apakah mau menerima dalam anggaran itu. Sebaliknya, jika Anda ingin bersih 500,000 yen, Anda juga bisa menghitung mundur nominal tagihan. Bersih 500,000 yen berarti sebelum pemotongan sekitar 557,000 yen, atau sekitar 613,000 yen termasuk pajak, sehingga Anda bisa mengatakan, 「Saya perlu anggaran 610,000 yen」. Untuk simulasi pendapatan dari beberapa proyek, misalnya kontrak dengan perusahaan A sebesar 200,000 yen per bulan, perusahaan B 150,000 yen, dan perusahaan C 100,000 yen, Anda bisa menghitung pajak pemotongan dan jumlah bersih tiap bulan, lalu memperkirakan pendapatan dan pajak setahun penuh. Total bulanan 450,000 yen × 12 bulan = 5,400,000 yen, pajak pemotongan = sekitar 550,000 yen, bersih = sekitar 4,850,000 yen. Jika ditambah biaya dan pengurang, beban pajak final bisa diperkirakan lebih akurat. Dari sisi perusahaan, saat staf akuntansi membayar biaya outsourcing, mereka bisa menghitung pajak pemotongan yang tepat dan menentukan jumlah transfer. Contoh: saat membayar 300,000 yen kepada desainer, pajak pemotongan = 30,630 yen, jumlah transfer = 269,370 yen. Jika ada banyak vendor, kalkulator bisa dipakai untuk menghitung sekaligus dan mencegah kesalahan. Untuk memperkirakan pajak pemotongan tahunan, freelancer yang rata-rata mendapat 500,000 yen per bulan dapat memprediksi total pajak pemotongan setahun dan memperkirakan refund saat SPT. Untuk 6,000,000 yen per tahun, pajak pemotongan = 1,000,000 yen × 10.21% + 5,000,000 yen × 20.42% = 102,100 + 1,021,000 = 1,123,100 yen. Jika diperkirakan biaya 1,500,000 yen dan pengurang 1,200,000 yen, maka penghasilan kena pajak = 6,000,000 - 1,500,000 - 1,200,000 = 3,300,000 yen, pajak sebenarnya = sekitar 200,000 yen (perkiraan), dan refund = 1,120,000 yen - 200,000 yen = sekitar 920,000 yen. Refund ini bisa direncanakan sebagai modal kerja. Untuk efisiensi pembuatan faktur, kalkulator dipakai untuk mengecek pajak pemotongan dan menulis angka yang tepat di faktur. Terutama bila melewati 1 juta yen, hitung manual mudah salah, sehingga kalkulator sangat membantu. Untuk honor 1,200,000 yen, bagian 1,000,000 yen = 102,100 yen, bagian 200,000 yen = 40,840 yen, total = 142,940 yen bisa langsung dihitung. Dalam menghadapi audit pajak, Anda bisa mengecek ulang riwayat honor dan pajak pemotongan untuk memastikan tidak ada yang terlewat. Anda juga bisa menguji ulang apakah jumlah yang diterima dari klien dan pajak pemotongannya sudah benar. Jika ada ketidaksesuaian, tanyakan ke klien atau konsultasikan ke konsultan pajak. Untuk pendidikan dan pelatihan, kalkulator membantu freelancer baru dan pemula pekerjaan sampingan memahami cara kerja pemotongan pajak. Dengan memasukkan angka nyata dan melihat jumlah bersih, mereka akan merasakan langsung seberapa besar potongan dan memahami pentingnya SPT. Ini juga berguna bagi pelatihan staf akuntansi baru di perusahaan untuk latihan perhitungan pemotongan pajak.

Pertanyaan umum

Bagaimana cara membedakan penggunaan tarif pajak pemotongan 10.21% dan 20.42%?
Untuk satu kali pembayaran kepada orang yang sama, bagian hingga 1 juta yen dikenai 10.21%, sedangkan bagian di atas 1 juta yen dikenai 20.42%. Jika honor 1,500,000 yen, perhitungannya adalah 1,000,000 yen × 10.21% + 500,000 yen × 20.42% = 204,200 yen.
Apakah pajak konsumsi ikut dihitung dalam pajak pemotongan?
Tidak. Pajak pemotongan dihitung dari jumlah honorarium sebelum pajak. Jika total 550,000 yen termasuk pajak (PPN 10%), maka 500,000 yen sebelum pajak × 10.21% = 51,050 yen adalah pajak pemotongan.
Bisa tidak saya lapor pajak meski laporan pembayaran tidak saya terima?
Bisa. Penerbitan laporan pembayaran bukan kewajiban perusahaan, jadi tidak jarang dokumennya tidak datang. Selama Anda mengelola jumlah honorarium dan pajak pemotongan lewat salinan faktur atau pembukuan, pelaporan tetap aman.
Mengapa sering kali saya bisa mendapat refund?
Pajak pemotongan dipungut seragam 10.21% atau 20.42%, tetapi tarif pajak penghasilan sebenarnya naik bertahap mulai 5% sesuai penghasilan kena pajak. Jika biaya dan pengurang dicatat, pajak sebenarnya sering lebih kecil daripada pajak yang dipotong, sehingga selisihnya dikembalikan sebagai refund.
Apakah ada kondisi di mana pelaku usaha perorangan tidak wajib memotong pajak?
Ada. Jika pelaku usaha perorangan tanpa karyawan (hanya diri sendiri atau hanya karyawan keluarga tertentu) membayar honorarium, ia tidak punya kewajiban pemotongan dan membayar penuh jumlah honorarium. Pihak penerima akan membayar pajaknya sendiri lewat SPT.