Masukkan satu total yang sudah termasuk VAT, lalu alat ini akan membaginya secara tepat menjadi nilai pasok dan VAT. Alat ini menghindari selisih alokasi pembulatan akibat pemangkasan nilai won bulat, sehingga "total = nilai pasok + VAT" selalu tepat, dan juga menampilkan contoh item baris pada faktur pajak.
Hasil
—
Nilai pasok
—
VAT (10%)
—
Contoh Item Baris Faktur Pajak
Nilai pasok: —
Jumlah pajak: —
Total: —
Hasil
—
Nilai pasok
—
VAT (10%)
—
Contoh Item Baris Faktur Pajak
Nilai pasok: —
Jumlah pajak: —
Total: —
※ Metode pemangkasan won bulat: nilai pasok = floor(total ÷ 1.1), pajak = total − nilai pasok (selalu cocok tepat dengan total, tanpa selisih pembulatan alokasi).
PANDUAN
Pelajari lebih lanjut
01
Apa itu nilai pasok?
Nilai pasok adalah harga murni barang atau jasa sebelum Pajak Pertambahan Nilai (VAT). Menambahkan VAT 10% akan menghasilkan "jumlah penagihan total" (atau total). Misalnya, jika nilai pasok 100,000 KRW, VAT adalah 10,000 KRW, dan totalnya 110,000 KRW. Sebaliknya, jika Anda hanya menerima "110,000 KRW termasuk VAT" dari klien, Anda perlu memecahkannya secara akurat menjadi nilai pasok dan VAT sebelum menerbitkan faktur pajak.
02
Cara memecah nilai pasok dari total yang sudah termasuk VAT
Rumus untuk menurunkan nilai pasok dari total yang sudah termasuk VAT adalah "nilai pasok = total ÷ 1.1". Untuk total 110,000 KRW, nilai pasok adalah 100,000 KRW (110,000 ÷ 1.1) dan VAT adalah 10,000 KRW (110,000 − 100,000). Dalam praktik, total seperti 11,000 KRW mungkin tidak habis dibagi; dalam kasus itu, pangkas nilai pasok ke won bulat (floor(11,000 ÷ 1.1) = 10,000), lalu hitung pajak sebagai "total − nilai pasok" agar "nilai pasok + pajak = total" selalu tepat tanpa selisih pembulatan. Membulatkan nilai pasok dan pajak secara terpisah dapat menimbulkan selisih alokasi 1 won, dan kalkulator ini menghindarinya.
03
Perhitungan balik: total dari nilai pasok
Sering kali Anda hanya mengetahui biaya layanan murni (nilai pasok) dan membutuhkan jumlah tagihan akhir (total). Dalam kasus itu, gunakan "total = nilai pasok × 1.1". Misalnya, jika sebuah penawaran hanya tertulis "biaya layanan 2,000,000 KRW", mungkin tidak jelas apakah VAT sudah termasuk, sehingga bisa memicu sengketa - jadi sebaiknya tulis ketiga angkanya: "nilai pasok 2,000,000 KRW + VAT 200,000 KRW = total 2,200,000 KRW".
04
Penerbitan faktur pajak dan cara menuliskan nilai pasok
Faktur pajak (termasuk yang elektronik) harus mencantumkan nilai pasok dan jumlah pajak sebagai item baris terpisah. Saat menerbitkan e-invoice melalui Hometax atau ASP, Anda harus memasukkan nilai pasok dan pajak dengan akurat; jika sistem tidak otomatis memecah total, menghitungnya terlebih dahulu dengan alat ini akan mengurangi kesalahan. Dalam penawaran dan kontrak, selalu tulis ketiga jumlah - "nilai pasok + VAT = total" - untuk menghindari sengketa dengan pihak lain.
Apa perbedaan antara nilai pasok dan total penagihan?
Nilai pasok tidak termasuk VAT - itu adalah harga murni barang/jasa. Total penagihan (jumlah total) adalah nilai pasok ditambah VAT 10%.
Mengapa harus dibagi 1.1, bukan hanya mengurangkan 10%?
VAT adalah 10% dari nilai pasok (jumlah sebelum pajak), bukan dari total (jumlah setelah pajak). Mengurangkan 10% langsung dari total akan membuat VAT terlalu besar, jadi Anda harus membagi total dengan 1.1 terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai pasok.
Apakah hasilnya selalu tepat dan cocok?
Ya. Kalkulator ini memangkas nilai pasok ke won bulat dan menghitung pajak sebagai "total − nilai pasok", sehingga nilai pasok ditambah pajak selalu sama persis dengan total, tanpa selisih pembulatan 1 won.