🌐 ID

🔔 Kalkulator Reorder Point

Masukkan rata-rata permintaan harian, rata-rata lead time, dan safety stock untuk menghitung reorder point.

Reorder Point

Rumus: Reorder Point = (Rata-rata Permintaan Harian × Rata-rata Lead Time) + Safety Stock

Kalkulator Terkait Kalkulator Safety Stock Kalkulator EOQ Kalkulator Modal Kerja Kalkulator FIFO/LIFO Kalkulator Margin Kontribusi Kalkulator Six Sigma Cpk
PANDUAN

Pelajari lebih lanjut

01

Rumus Reorder Point (Definisi SCM Standar)

Reorder Point (ROP) adalah level persediaan saat pesanan baru harus dibuat, dengan rumus standar Reorder Point = (Rata-rata Permintaan Harian × Rata-rata Lead Time) + Safety Stock. Suku pertama (rata-rata permintaan harian × rata-rata lead time) adalah persediaan yang diperkirakan akan terpakai selama lead time antara pemesanan dan penerimaan barang, sedangkan safety stock adalah cadangan untuk mengantisipasi variasi permintaan/pasokan. Misalnya, dengan rata-rata permintaan harian 50 unit, rata-rata lead time 7 hari, dan safety stock 87 unit: Reorder Point = (50 × 7) + 87 = 350 + 87 = 437 unit.
02

Menggunakannya Bersama Safety Stock

Alur standar adalah menghitung safety stock terlebih dahulu dengan Kalkulator Safety Stock (berdasarkan service level, lead time, dan standar deviasi permintaan), lalu masukkan nilainya langsung ke kolom safety stock pada kalkulator ini untuk mendapatkan reorder point. Memicu pesanan baru tepat saat persediaan mencapai reorder point memastikan stok terisi kembali sebelum safety stock habis selama lead time. Hitung ulang secara berkala setiap kali lead time atau permintaan harian berubah.

KomponenNilai
Konsumsi yang diperkirakan selama lead time50 × 7 = 350 unit
Safety stock87 unit
Reorder point350 + 87 = 437 unit

Pertanyaan umum

Apakah saya benar-benar perlu memasukkan safety stock ke dalam reorder point?
Tanpanya, lonjakan permintaan yang sedikit di atas rata-rata selama lead time bisa menyebabkan stockout. Menambahkan safety stock memberi cadangan untuk variasi tersebut.
Haruskah saya menghitung ulang saat permintaan harian atau lead time berubah?
Ya. Reorder point berubah langsung mengikuti permintaan dan lead time, jadi perubahan musiman pada permintaan atau lead time pemasok harus memicu perhitungan ulang.
Apakah reorder point digunakan bersama dengan EOQ?
Ya. Reorder point memberi tahu kapan harus memesan, sedangkan EOQ memberi tahu berapa banyak yang harus dipesan setiap kali — pasangan standar dalam manajemen persediaan.