01
Cara Kerja Perhitungan Volume dan Material
Rumus volume bergantung pada bentuk yang Anda pilih. Pelat/pondasi: volume = panjang × lebar × ketebalan. Misalnya, pelat 4m × 3m dengan tebal 0.1m = 1.2 m³. Silinder (kolom/pondasi): volume = π × (diameter ÷ 2)² × tinggi. Kolom berdiameter 0.3m dan tinggi 3m menghasilkan 3.14159 × 0.15² × 3 ≈ 0.212 m³. Tangga memakai pendekatan prisma segitiga: volume = lebar × jumlah anak tangga × (rise × run) ÷ 2. Hasilnya lalu dikalikan dengan persentase limbah/kelebihan yang Anda pilih untuk mendapatkan volume yang benar-benar perlu dipesan atau dituangkan. Untuk perkiraan material, kami menggunakan aturan estimasi konstruksi yang umum dipakai, yaitu campuran nominal 1:2:4 (semen:pasir:agregat kasar berdasarkan volume) dengan faktor volume kering 1.54 — material kering dan lepas membutuhkan volume sekitar 1.54× lebih besar daripada beton basah jadi karena butiran memadat setelah dicampur dan dihidrasi. Contoh: total pengecoran 1.2 m³ → volume kering 1.2 × 1.54 = 1.848 m³ → semen 1.848/7 = 0.264 m³ → pada 1,440 kg/m³ itu sekitar 380 kg → kira-kira 10 sak semen 40kg. Pasir menjadi 1.848 × 2/7 = 0.528 m³ (sekitar 845 kg), dan kerikil menjadi 1.848 × 4/7 = 1.056 m³ (sekitar 1,605 kg).