🌐 ID

🏠 Kalkulator Jeonse/Sewa Bulanan

Alat untuk mengonversi deposit Jeonse ke sewa bulanan atau menghitung deposit Jeonse dari sewa bulanan. Memberikan hasil akurat dengan tarif konversi legal. Berguna untuk menentukan jumlah deposit dan sewa yang tepat saat menandatangani kontrak sewa.

Sewa Bulanan
Sisa Deposit
Total Sewa Tahunan
Tarif yang Diterapkan
PANDUAN

Apa itu Tarif Konversi?

• Suku bunga yang diterapkan saat mengonversi deposit Jeonse ke sewa bulanan atau sebaliknya. • Batas hukum (Pasal 9 Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Perlindungan Sewa Rumah) = yang lebih rendah antara 10% dan (suku bunga dasar Bank of Korea + 2 poin persentase). Per Juli 2026, suku bunga dasar adalah 2.50% → batas hukum 4.50%. • Rumus: Sewa Bulanan = (Penurunan Deposit × Tarif) ÷ 12 bulan • Kebalikan: Deposit = (Sewa Bulanan × 12 bulan) ÷ Tarif • Jika tarif yang Anda masukkan melebihi batas hukum, peringatan akan muncul di bawah hasil.

01

Memahami Konversi Jeonse dan Sewa Bulanan

Sistem sewa perumahan khas Korea mencakup Jeonse (deposit sekaligus) dan sewa bulanan (Wolse), yang sangat memengaruhi perencanaan keuangan penyewa. Tarif konversi Jeonse-ke-sewa bulanan adalah suku bunga yang diterapkan saat mengonversi deposit Jeonse menjadi sewa bulanan atau sebaliknya. Tarif konversi legal adalah suku bunga dasar Bank of Korea ditambah 2%, dengan batas maksimum 4%. Pada tahun 2026, di tengah tren kenaikan suku bunga, tarif konversi sering mendekati batas maksimum, sehingga perhitungan yang akurat sangat penting bagi pemilik dan penyewa. Salah memahami tarif konversi dapat menyebabkan pembayaran sewa bulanan yang terlalu tinggi atau kerugian karena deposit yang terlalu rendah. Di Seoul dan wilayah metropolitan, di mana rasio Jeonse terhadap harga jual sering mencapai 70-80%, perhitungan konversi menjadi semakin penting. Dengan menggunakan kalkulator konversi Jeonse-bulanan, Anda dapat langsung memeriksa jumlah sewa dan deposit yang sesuai tanpa rumus rumit, sehingga meningkatkan daya tawar Anda saat negosiasi kontrak sewa. Ini adalah alat penting untuk memilih syarat yang menguntungkan di tengah tren yang terus berlangsung dari Jeonse ke sewa bulanan.

02

Penjelasan Tarif Konversi Jeonse Legal

Tarif konversi Jeonse legal diatur dalam Pasal 7-2 Undang-Undang Perlindungan Sewa Rumah dan Pasal 9 Peraturan Pelaksanaannya: tarif tidak boleh melebihi yang lebih rendah dari (1) 10% per tahun dan (2) suku bunga dasar Bank of Korea ditambah 2 poin persentase. Per Juli 2026, suku bunga dasar Bank of Korea adalah 2.50%, sehingga opsi (2) lebih rendah pada 4.50% dan itulah batas hukum saat ini (akan berubah mengikuti suku bunga dasar). Mekanisme perlindungan penyewa ini berarti jika pemilik meminta tarif konversi yang melebihi batas tersebut, maka secara hukum tidak sah. Rumus konversinya sederhana: Sewa Bulanan = (Penurunan Deposit × Tarif Konversi) ÷ 12 bulan. Misalnya, saat mengonversi Jeonse 300 juta won menjadi deposit 100 juta won plus sewa bulanan dengan tarif konversi 4%, sewa bulanan menjadi (200 juta won × 4%) ÷ 12 = sekitar 667.000 won. Sebaliknya, saat mengonversi sewa bulanan ke deposit: Deposit = (Sewa Bulanan × 12 bulan) ÷ Tarif Konversi. Jika deposit 100 juta won dengan sewa bulanan 667.000 won, (667.000 won × 12) ÷ 4% = nilai deposit 200 juta won, sehingga setara Jeonse menjadi 300 juta won. Dalam praktiknya, pemilik kadang menerapkan tarif lebih rendah dari maksimum legal sesuai kondisi pasar, jadi saat membandingkan beberapa properti, penting untuk menilai kondisi yang menguntungkan atau tidak berdasarkan tarif konversi.

03

Peralihan dari Jeonse ke Sewa Bulanan

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar properti Korea mengalami percepatan konversi dari Jeonse ke sewa bulanan. Menurut statistik Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi, rasio Jeonse turun dari 45% pada 2020 menjadi di bawah 35% pada 2026, terutama di Seoul dan wilayah metropolitan. Tren ini dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, rasio Jeonse terhadap harga jual yang meningkat membuat beban pemilik untuk mengembalikan deposit Jeonse semakin besar. Jika properti senilai 1 miliar won memiliki Jeonse 800 juta won (rasio 80%), selisih yang kecil membuat deposit sulit dikembalikan saat dijual. Kedua, kenaikan suku bunga mengurangi efek leverage dari Jeonse. Pada era suku bunga rendah sebelumnya, investasi selisih - menerima deposit Jeonse dan menginvestasikannya ke properti lain - sangat populer, tetapi strategi ini kehilangan daya tarik di lingkungan suku bunga tinggi tahun 2026. Ketiga, masalah penipuan Jeonse membuat pemilik menghindari kontrak Jeonse. Seiring kasus penipuan di villa dan officetel menjadi masalah sosial, pemilik mulai lebih memilih arus kas yang stabil melalui sewa bulanan. Keempat, dari sudut pandang penyewa, penguatan regulasi pinjaman Jeonse membuat pengadaan dana Jeonse menjadi sulit, sehingga makin banyak yang memilih sewa bulanan dengan biaya awal lebih rendah. Di tengah perubahan struktural ini, kalkulator konversi Jeonse-bulanan menjadi alat penting bagi penyewa untuk menemukan kombinasi deposit dan sewa bulanan yang optimal sesuai kondisi keuangan mereka.

04

Jeonse vs Sewa Bulanan: Mana yang Lebih Baik?

Menentukan apakah Jeonse atau sewa bulanan lebih menguntungkan memerlukan pertimbangan berbagai faktor, termasuk kondisi keuangan pribadi, kebutuhan likuiditas, peluang investasi, dan lama tinggal. Keunggulan terbesar Jeonse adalah tidak adanya biaya tetap bulanan, sehingga beban pengeluaran hidup berkurang. Ini sangat bermanfaat bagi freelancer dengan pendapatan tidak tetap atau pengusaha di tahap awal usaha. Selain itu, karena deposit Jeonse dikembalikan penuh saat kontrak berakhir, ia berfungsi sebagai bentuk tabungan paksa. Namun, Jeonse memiliki biaya peluang karena dana besar terikat, dan ada risiko deposit tidak kembali. Per 2026, rasio Jeonse terhadap harga jual yang tinggi meningkatkan risiko "Jeonse kosong" di mana deposit tidak dapat dipulihkan. Sebaliknya, sewa bulanan membutuhkan modal awal lebih rendah dan menjaga likuiditas. Dengan deposit 50 juta won + sewa bulanan 700.000 won, dibandingkan Jeonse 200 juta won, Anda dapat menggunakan 150 juta won untuk keperluan lain. Jika uang itu diinvestasikan dengan imbal hasil tahunan 5%, hasilnya 7,5 juta won per tahun (625.000 won per bulan), sehingga beban sewa bulanan nyata hanya 75.000 won. Selain itu, sewa bulanan menghilangkan kekhawatiran tentang pengembalian deposit dan memungkinkan respons yang fleksibel terhadap perubahan pekerjaan atau gaya hidup dengan proses pindah yang lebih mudah. Namun, sewa bulanan memerlukan pengelolaan arus kas yang cermat karena adanya pengeluaran tetap bulanan, dan total sewa kumulatif dapat melebihi deposit Jeonse untuk tinggal jangka panjang. Menggunakan kalkulator konversi Jeonse-bulanan memungkinkan perbandingan objektif tentang pilihan mana yang lebih ekonomis untuk situasi Anda.

05

Membandingkan Pinjaman Jeonse dan Biaya Sewa Bulanan

Membandingkan secara akurat biaya riil antara menggunakan pinjaman Jeonse dan membayar sewa bulanan sangat penting. Per 2026, suku bunga pinjaman Jeonse sekitar 4-5% per tahun, sementara pinjaman Jeonse Buttress dari Housing Finance Agency tersedia dengan suku bunga rendah 2-3%. Misalkan Anda meminjam 200 juta won untuk properti Jeonse 300 juta won, dengan bunga 4%, bunga tahunan adalah 8 juta won (667.000 won per bulan). Dalam kasus ini, Anda dapat tinggal di hunian Jeonse hanya dengan modal sendiri 100 juta won, sambil menanggung bunga 667.000 won per bulan. Sebaliknya, dengan deposit 100 juta won + sewa bulanan 800.000 won, menggunakan modal sendiri yang sama 100 juta won berarti harus mengeluarkan 800.000 won per bulan, sehingga pinjaman Jeonse lebih murah 133.000 won per bulan. Namun, perhitungan ini mengasumsikan kemungkinan pengembalian deposit. Jika pemilik tidak dapat mengembalikan deposit Jeonse saat kontrak berakhir, Anda menghadapi beban melunasi pokok pinjaman 200 juta won. Selain itu, beban riil bervariasi tergantung pada apakah pinjaman Jeonse menggunakan pelunasan pokok-bunga sama besar atau pelunasan sekaligus saat jatuh tempo. Pelunasan sekaligus saat jatuh tempo berarti hanya membayar bunga lalu melunasi pokok sekaligus saat kontrak berakhir, dengan beban bulanan lebih rendah tetapi membutuhkan jumlah besar saat jatuh tempo. Pelunasan pokok-bunga sama besar membagi pokok dan bunga setiap bulan, dengan beban bulanan lebih tinggi tetapi memungkinkan sisa pinjaman dilunasi dengan deposit Jeonse yang kembali saat kontrak berakhir. Menggunakan kalkulator Jeonse-bulanan memungkinkan simulasi pilihan mana yang lebih menguntungkan secara finansial dengan memasukkan tingkat pinjaman, modal sendiri, dan tingkat sewa bulanan. Kaum muda dan pasangan baru menikah khususnya mendapat manfaat dari memaksimalkan penggunaan pinjaman Jeonse berbunga rendah yang didukung pemerintah.

06

Tren Pasar Jeonse dan Sewa Bulanan Regional

Pasar Jeonse-sewa bulanan di Korea menunjukkan perbedaan regional yang signifikan. Di Seoul per 2026, rasio rata-rata Jeonse terhadap harga jual di distrik Gangnam-3 (Gangnam, Seocho, Songpa) adalah 75-80%, dengan apartemen baru kadang melebihi 85%. Ini berarti risiko pengembalian deposit tinggi, sehingga penyewa perlu berhati-hati. Sebaliknya, Gangbuk dan wilayah pinggiran memiliki rasio yang relatif lebih aman, 60-70%. Di wilayah metropolitan, Provinsi Gyeonggi menunjukkan variasi regional yang besar. Kota baru seperti Bundang, Pangyo, dan Gwanggyo memiliki proporsi dan rasio Jeonse yang tinggi, sedangkan kawasan pusat kota lama menunjukkan proporsi sewa bulanan yang meningkat. Incheon secara tradisional memiliki proporsi sewa bulanan yang tinggi, tetapi kota baru seperti Songdo dan Yeongjong telah membentuk budaya Jeonse. Kota metropolitan di provinsi umumnya didominasi oleh budaya sewa bulanan. Busan, Daegu, dan Gwangju memiliki rasio Jeonse di bawah 30%, dengan sebagian besar transaksi berupa sewa bulanan. Studio one-room dan officetel hampir seluruhnya berupa sewa bulanan. Kota Sejong memiliki tingkat hunian pegawai negeri yang tinggi, menciptakan permintaan kuat untuk Jeonse 2 tahun dengan rasio melebihi 50%. Pulau Jeju memiliki sewa bulanan jangka pendek yang aktif karena permintaan wisata dan migrasi. Tarif konversi regional juga berbeda - Seoul menerapkan tarif mendekati maksimum legal 4%, sedangkan daerah provinsi umumnya berada di 3-3.5%. Saat menggunakan kalkulator Jeonse-bulanan, penting untuk melakukan perhitungan realistis dengan mengacu pada tarif konversi rata-rata wilayah tersebut. Memahami tren pasar sewa regional membantu menentukan apakah Jeonse atau sewa bulanan lebih menguntungkan. Berkonsultasi dengan statistik Jeonse-bulanan regional dari KB Kookmin Bank, Korea Real Estate Board, dan lainnya sangat membantu.

07

Strategi Negosiasi Tarif Konversi

Tarif konversi Jeonse-bulanan adalah poin negosiasi penting saat menandatangani kontrak sewa. Batas hukum 4% tidak berarti Anda harus menerapkan 4% - tarif yang lebih rendah dimungkinkan tergantung kondisi pasar dan negosiasi. Untuk meningkatkan daya tawar, pertama-tama teliti harga pasar di sekitar secara menyeluruh. Periksa kasus transaksi Jeonse-bulanan di kompleks apartemen yang sama atau area terdekat untuk memahami tarif konversi rata-rata. Gunakan sistem pengungkapan harga transaksi aktual Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi atau aplikasi properti. Kedua, manfaatkan musim sepi. Selama Januari-Februari dan Juni-Juli ketika permintaan pindah lebih rendah, pemilik sering bersedia berkompromi pada syarat karena takut unit kosong. Ketiga, ajukan kontrak jangka panjang. Jika Anda menginginkan kontrak 4 tahun alih-alih 2 tahun, pemilik mungkin menurunkan tarif konversi dengan harapan pendapatan sewa yang stabil. Keempat, saat mengonversi dari Jeonse ke sewa bulanan, ajukan konversi bertahap daripada langsung mengurangi deposit secara drastis. Mengonversi Jeonse 300 juta won menjadi deposit 200 juta won + sewa bulanan terlebih dahulu lebih mudah dinegosiasikan daripada langsung menjadi deposit 100 juta won + sewa bulanan, sehingga mengurangi beban pemilik. Kelima, bawa skenario yang sudah dihitung menggunakan kalkulator konversi Jeonse-bulanan. Membuat tabel yang menghitung sewa bulanan untuk deposit 100 juta/150 juta/200 juta won pada tarif konversi 3%, 3.5%, dan 4%, lalu menunjukkannya kepada pemilik, memungkinkan negosiasi yang rasional. Terakhir, tentukan tarif konversi di dalam kontrak. Janji lisan tidak menjadi bukti dalam sengketa, jadi nyatakan dengan jelas dalam klausul khusus seperti "tarif konversi 3.5% diterapkan."

08

Jaminan Pengembalian Deposit Jeonse dan Asuransi Sewa Bulanan

Baik Jeonse maupun sewa bulanan, penyewa harus menyiapkan perlindungan untuk deposit. Jaminan pengembalian deposit Jeonse adalah produk yang disediakan oleh Housing & Urban Guarantee Corporation (HUG) atau Seoul Guarantee Insurance (SGI), di mana lembaga penjamin mengembalikan deposit jika pemilik tidak mampu. Biaya jaminan sekitar 0.128-0.154% dari jumlah jaminan, kira-kira 380.000-460.000 won per tahun untuk Jeonse 300 juta won. Jaminan pengembalian deposit Jeonse memerlukan persetujuan pemilik dan memeriksa harga rumah serta rasio Jeonse. Jika rasio Jeonse terhadap harga jual terlalu tinggi (umumnya di atas 80%), persetujuan jaminan dapat ditolak, sehingga perlu berhati-hati. Untuk sewa bulanan, asuransi jaminan sewa bulanan dapat dimanfaatkan. Alih-alih membayar 3-12 bulan sewa di muka untuk mendapatkan diskon, metode ini mengganti deposit dengan asuransi jaminan. Misalnya, dengan deposit 50 juta won + sewa bulanan 600.000 won, menggunakan asuransi jaminan mengurangi deposit menjadi 10 juta won sambil membayar 12 bulan sewa di muka (7,2 juta won). Ini mengurangi beban modal awal sebesar 40 juta won, dengan premi asuransi sekitar 1% dari jumlah jaminan. Perlindungan lain adalah memeriksa sertifikat pendaftaran sebelum menandatangani kontrak sewa. Pastikan jumlah hipotek prioritas plus deposit Jeonse tidak melebihi 80% dari nilai properti. Misalnya, jika properti senilai 500 juta won memiliki hipotek 200 juta won, Jeonse yang aman adalah 200 juta won (80% dari 500 juta = 400 juta dikurangi hipotek 200 juta won). Jeonse 300 juta won akan berisiko. Pendaftaran domisili dan tanggal konfirmasi sangat penting. Daftarkan tempat tinggal segera setelah kontrak dan dapatkan tanggal konfirmasi untuk mengamankan hak pembayaran prioritas. Setelah menghitung deposit dan sewa bulanan yang sesuai dengan kalkulator Jeonse-bulanan, mengamankan perlindungan ini adalah sikap penyewa yang bijak.

09

Potongan Pajak Sewa Bulanan dan Potongan Pendapatan Bunga Pinjaman Jeonse

Penghuni Jeonse-sewa bulanan dapat mengurangi beban riil dengan memanfaatkan manfaat pajak. Kredit pajak sewa bulanan tersedia ketika kepala rumah tangga tanpa rumah berpenghasilan di bawah 70 juta won per tahun, memberikan kredit pajak 10-17% atas sewa bulanan. Penghasilan di bawah 55 juta won mendapat 17%, 55-70 juta won mendapat 15%, dan di atas 70 juta won mendapat 12%. Batas potongan adalah 7,5 juta won per tahun, sehingga kredit maksimum adalah 1.275.000 won. Misalnya, seorang pekerja dengan gaji total 40 juta won yang membayar sewa bulanan 600.000 won (7,2 juta won per tahun) menerima 17% dari 7,2 juta = 1.224.000 won kredit pajak, sehingga sewa bulanan riil sekitar 498.000 won. Untuk menerima kredit pajak sewa bulanan, hunian harus 85㎡ atau lebih kecil dengan harga standar 400 juta won atau kurang, dan kontrak sewa serta catatan transfer sewa bulanan harus didokumentasikan. Untuk Jeonse, bunga pinjaman Jeonse dapat diterima sebagai potongan pendapatan dana perumahan. Jika kepala rumah tangga tanpa rumah tinggal di ukuran rumah nasional (85㎡ atau kurang) dengan pinjaman Jeonse, 40% dari pembayaran bunga dapat dikurangkan dari pendapatan (batas tahunan 3 juta won). Jika bunga pinjaman Jeonse 8 juta won per tahun, 3 juta won dapat dikurangkan dari pendapatan, sehingga pendapatan kena pajak turun. Pada tarif pajak penghasilan 24%, ini menghemat 720.000 won pajak. Pinjaman Jeonse Buttress dari Housing Finance Agency memiliki suku bunga rendah sekaligus manfaat potongan pendapatan bunga. Kaum muda (usia 19-34) dan pasangan baru menikah menerima manfaat tambahan. Dukungan khusus sewa bulanan untuk kaum muda memberikan hingga 200.000 won per bulan (maksimal 12 bulan), dan pinjaman Jeonse untuk pasangan baru menikah memiliki bunga 0.2-0.5 poin persentase lebih rendah daripada pinjaman umum. Per 2026, pemerintah menerapkan berbagai langkah dukungan untuk mengurangi beban biaya perumahan bagi kaum muda dan pasangan baru menikah, jadi periksa kelayakan dan manfaatkan secara aktif. Setelah menghitung deposit dan sewa bulanan dengan kalkulator Jeonse-bulanan, menerapkan kredit pajak dan potongan pendapatan memungkinkan Anda memahami jumlah beban riil secara akurat.

10

Memanfaatkan Hak Permintaan Perpanjangan Kontrak

Menurut Undang-Undang Perlindungan Sewa Rumah yang direvisi pada 2020, penyewa dapat memperpanjang kontrak selama 2 tahun sekali setelah kontrak awal melalui hak permintaan perpanjangan kontrak. Dengan kata lain, hak untuk tinggal di hunian yang sama selama total 4 tahun dijamin. Pada saat ini, pemilik tidak boleh menaikkan deposit dan sewa bulanan lebih dari 5%. Jika Jeonse 300 juta won, saat perpanjangan maksimum dapat menuntut 315 juta won; jika sewa bulanan 800.000 won, maksimum 840.000 won. Memanfaatkan hak permintaan perpanjangan kontrak menghemat biaya pindah dan menjamin stabilitas tempat tinggal. Per standar Seoul 2026, biaya pindah mencapai 3-4 juta won termasuk pindahan paket 1.5-2.5 juta won, biaya agen 0.4-0.5% (1.2-1.5 juta won untuk 300 juta won), dan berbagai biaya pindahan 500.000 won, sehingga perpanjangan kontrak sangat menguntungkan secara ekonomi. Konversi Jeonse-ke-sewa bulanan juga dimungkinkan saat perpanjangan. Jika Anda tinggal 2 tahun dengan Jeonse 300 juta won dan ingin mengonversi ke sewa bulanan saat perpanjangan, Anda dapat mengubah struktur menjadi deposit lebih rendah dan menerima sewa bulanan melalui konsultasi dengan pemilik. Tarif konversi tetap harus berada dalam batas hukum 4%. Mengonversi dari sewa bulanan ke Jeonse juga dimungkinkan, tetapi memerlukan konsultasi karena pemilik harus menerima jumlah besar. Poin yang perlu diperhatikan saat menggunakan hak permintaan perpanjangan kontrak meliputi: Pertama, permintaan perpanjangan harus diajukan 6 bulan hingga 1 bulan sebelum kontrak berakhir. Hak hilang setelah 1 bulan sebelum masa berlaku habis. Kedua, pemilik dapat menolak perpanjangan dengan alasan sah seperti hunian sendiri oleh pemilik atau kerabat garis lurus, renovasi, atau perbaikan besar yang diperlukan. Ketiga, setelah perpanjangan 2 tahun, tidak ada lagi hak permintaan perpanjangan, jadi bersiaplah untuk pindah setelah total 4 tahun. Menggunakan kalkulator konversi Jeonse-bulanan untuk menghitung terlebih dahulu apakah akan mempertahankan Jeonse atau mengonversi ke sewa bulanan saat perpanjangan, atau seberapa besar deposit perlu disesuaikan, lalu bernegosiasi dengan pemilik akan menghasilkan syarat yang masuk akal. Hak permintaan perpanjangan kontrak adalah hak berharga bagi penyewa, jadi manfaatkan secara aktif untuk mengurangi beban biaya perumahan dan menikmati kehidupan hunian yang stabil.

Pertanyaan umum

Bagaimana tarif konversi Jeonse-ke-bulanan dihitung?
Sewa bulanan = (deposit yang dikonversi × tarif konversi) ÷ 12 bulan. Untuk membalik perhitungan, deposit = (sewa bulanan × 12 bulan) ÷ tarif konversi.
Berapa batas maksimum tarif konversi yang legal?
Menurut hukum (Pasal 9 Peraturan Pelaksana) batasnya adalah yang lebih rendah antara 10% dan suku bunga dasar Bank of Korea ditambah 2 poin persentase. Per Juli 2026, dengan suku bunga dasar 2.50%, batasnya 4.50%. Batas ini berubah setiap kali suku bunga dasar berubah, jadi cek tarif terkini saat kontrak.
Bisakah saya mengonversi hanya sebagian deposit Jeonse ke sewa bulanan?
Ya, konversi sebagian cukup umum. Masukkan jumlah deposit yang ingin Anda konversi, dan kalkulator akan menampilkan sisa deposit serta sewa bulanan yang dihasilkan.
Bisakah saya menegosiasikan tarif konversi yang lebih rendah?
Ya, meneliti listing pembanding, memilih waktu di luar musim ramai, dan menawarkan masa sewa yang lebih panjang dapat membantu Anda menegosiasikan tarif di bawah batas hukum. Selalu catat tarif yang disepakati dalam kontrak.
Apakah sewa bulanan yang dihitung sudah termasuk pajak?
Tidak, kalkulator hanya menghasilkan jumlah sewa hasil konversi mentah. Manfaat pajak seperti kredit pajak sewa bulanan harus diperiksa secara terpisah.