📈 Distribusi makronutrien (rasio PFC) dan kualitas kalori
Kalori yang sama pun dapat menghasilkan dampak berat badan dan kesehatan yang sangat berbeda tergantung pada komposisi makronutrien. PFC adalah singkatan dari Protein, Fat, dan Carbohydrate - rasio dari ketiga makronutrien ini. Rasio PFC standar untuk diet seimbang adalah 45-55% karbohidrat, 20-30% protein, dan 25-30% lemak. Protein (1g = 4 kcal) penting untuk pembentukan dan perbaikan otot, produksi enzim dan hormon, serta fungsi imun, dan meningkatkan metabolisme dengan membakar 20-30% kalorinya sebagai panas selama pencernaan (efek termik). Saat menurunkan berat badan, menaikkan protein menjadi 30-35% mencegah kehilangan otot, dan 1.6-2.2g per kg berat badan direkomendasikan. Karbohidrat (1g = 4 kcal) adalah sumber energi utama yang disukai otak dan otot; karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum utuh, oat) menaikkan gula darah secara perlahan untuk rasa kenyang yang lebih lama, sedangkan karbohidrat sederhana (gula, roti putih) memicu lonjakan gula darah, mendorong sekresi insulin, dan memudahkan penyimpanan lemak. Lemak (1g = 9 kcal) memiliki kepadatan kalori tertinggi tetapi penting untuk produksi hormon, penyerapan vitamin (A, D, E, K), perlindungan organ, dan rasa kenyang; lemak tak jenuh (minyak zaitun, kacang, ikan) baik untuk kesehatan jantung, sedangkan lemak jenuh (mentega, lemak hewani) dan lemak trans (margarin, makanan olahan) harus dibatasi. Alasan 2,000 kcal dari junk food dan makanan sehat memberi efek berbeda adalah karena kepadatan nutrisi, rasa kenyang, respons gula darah, dan efek metabolik semuanya berbeda - kualitas sama pentingnya dengan jumlah.