🌐 ID

Kalkulator Bilangan Prima

Uji Keprimaan · Faktorisasi · Pembuatan Bilangan Prima

PANDUAN

Pelajari lebih lanjut

01

Apa Itu Bilangan Prima?

Bilangan prima adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang tidak memiliki pembagi positif selain 1 dan dirinya sendiri. Contoh: 2, 3, 5, 7, 11, 13... Semua bilangan prima kecuali 2 adalah ganjil. Bilangan prima adalah "atom dari angka."

02

Sieve of Eratosthenes

Algoritma kuno yang dikembangkan oleh matematikawan Yunani Eratosthenes sekitar 240 SM. Algoritma ini secara efisien menemukan semua bilangan prima hingga n dengan menandai kelipatan dari setiap bilangan prima secara berulang sebagai komposit.

03

Bilangan Prima Kembar

Bilangan prima kembar adalah pasangan bilangan prima yang selisihnya 2: (3,5), (5,7), (11,13), (17,19)... Apakah ada tak terhingga banyaknya bilangan prima kembar masih menjadi masalah yang belum terpecahkan.

04

Penerapan Bilangan Prima

• Enkripsi RSA: Keamanan berbasis pada sulitnya memfaktorkan bilangan besar • Fungsi hash: Tabel hash berukuran prima mengurangi tabrakan • Pembuatan bilangan acak: Bilangan prima dalam algoritma PRNG • Alam: Siklus hidup jangkrik menggunakan bilangan prima

05

Definisi dan Sejarah Bilangan Prima

Bilangan prima adalah bilangan asli lebih besar dari 1 yang tidak memiliki pembagi selain 1 dan dirinya sendiri. Bilangan prima terkecil adalah 2, satu-satunya bilangan prima genap. Urutan: 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29... Matematikawan Yunani kuno Euclid membuktikan sekitar 300 SM bahwa bilangan prima jumlahnya tak terhingga. Bilangan prima disebut "atom dari angka" karena setiap bilangan bulat > 1 dapat difaktorkan secara unik menjadi bilangan prima (Teorema Dasar Aritmetika). Contoh: 60 = 2² × 3 × 5, 360 = 2³ × 3² × 5.

06

Algoritma Pengujian Keprimaan

Metode paling sederhana menguji keterbagian dengan semua angka dari 2 hingga n-1, tetapi ini tidak efisien. Peningkatannya adalah hanya menguji 2 hingga √n, karena jika n = a × b, maka a ≤ √n atau b ≤ √n. Untuk 101: √101 ≈ 10.05, jadi cukup uji 2, 3, 5, 7. Uji probabilistik Miller-Rabin menangani bilangan sangat besar secara efisien. AKS (2002) adalah algoritma deterministik waktu-polynomial pertama. Kriptografi modern menggunakan ratusan digit, sehingga membutuhkan pengujian yang efisien.

07

Algoritma Sieve of Eratosthenes

Dikembangkan oleh matematikawan Yunani Eratosthenes sekitar 240 SM. Proses: ① Daftarkan angka 2 sampai n. ② Tandai 2 sebagai bilangan prima, hapus kelipatannya (4,6,8,10...). ③ Angka tak bertanda berikutnya 3 adalah prima, hapus kelipatannya. ④ Lanjutkan dengan 5, 7, dan seterusnya hingga √n. ⑤ Angka yang tersisa adalah bilangan prima. Untuk n=30: bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29. Kompleksitas waktu: O(n log log n). Dapat menemukan semua bilangan prima di bawah 1 juta dalam hitungan detik.

08

Prinsip Faktorisasi Bilangan Prima

Faktorisasi bilangan prima menyatakan sebuah bilangan sebagai hasil kali bilangan prima. Menurut Teorema Dasar, setiap bilangan bulat > 1 memiliki faktorisasi yang unik. Metode: ① Mulai dengan bilangan prima terkecil 2. ② Bagi berulang kali dengan 2 hingga tidak bisa lagi dibagi. ③ Coba bilangan prima berikutnya 3, 5, 7... ④ Lanjutkan sampai hasil bagi menjadi 1. Contoh 360: 360÷2=180, 180÷2=90, 90÷2=45, 45÷3=15, 15÷3=5, 5÷5=1. Hasil: 360 = 2³×3²×5. Penerapan: perhitungan FPB/KPK, penyederhanaan pecahan, keamanan RSA.

09

Bilangan Prima Kembar dan Dugaan Goldbach

Bilangan prima kembar berbeda 2: (3,5), (5,7), (11,13), (17,19), (29,31)... Dugaan Bilangan Prima Kembar menyatakan bahwa jumlahnya tak terhingga tetapi masih belum terbukti. Pada 2013, Yitang Zhang membuktikan bahwa ada tak terhingga banyaknya pasangan bilangan prima yang berbeda ≤70 juta, lalu diturunkan menjadi 246. Dugaan Goldbach (1742): setiap bilangan genap > 2 adalah jumlah dari dua bilangan prima. Contoh: 4=2+2, 6=3+3, 8=3+5, 10=5+5. Telah diverifikasi hingga 4×10¹⁸ tetapi masih belum terbukti.

10

Enkripsi RSA dan Penerapan Praktis

Enkripsi RSA, inti keamanan internet, bergantung pada perkalian yang mudah tetapi faktorisasi bilangan prima besar yang sulit. Pembuatan kunci: ① Pilih bilangan prima besar p, q (masing-masing 1024+ bit). ② Hitung n = p×q (publik). ③ Hitung φ(n) = (p-1)(q-1). ④ Pilih eksponen publik e yang koprima terhadap φ(n) (biasanya 65537). ⑤ Hitung eksponen privat d sehingga e×d ≡ 1 (mod φ(n)). Kunci publik: (n,e), kunci privat: (n,d). Enkripsi: C = M^e mod n, Dekripsi: M = C^d mod n. Memfaktorkan n untuk menemukan p,q akan merusak enkripsi, tetapi memfaktorkan bilangan ratusan digit membutuhkan jutaan tahun. Penerapan lain: ukuran tabel hash prima mengurangi tabrakan, siklus 13/17 tahun jangkrik menghindari tumpang tindih dengan predator, ritme prima dalam musik.

Pertanyaan umum

Berapa rentang yang bisa saya uji?
Alat ini mendukung pengujian keprimaan dan faktorisasi untuk angka dari 1 hingga 10,000,000, sedangkan pembuatan bilangan prima dan pencarian bilangan prima kembar bekerja pada rentang 2–100,000.
Mengapa bilangan prima digunakan dalam kriptografi?
Mengalikan dua bilangan prima besar itu mudah, tetapi memfaktorkan hasil kalinya kembali menjadi bilangan-bilangan prima tersebut sangat sulit. Enkripsi RSA memanfaatkan tepat asimetri ini untuk melindungi komunikasi internet.