🌐 ID

🌐 Pencarian WHOIS Domain

Kueri informasi registrasi domain. Cek pemilik domain, tanggal pendaftaran, tanggal kedaluwarsa, nameserver, dan lainnya. Menggunakan protokol RDAP untuk informasi yang akurat.

Informasi WHOIS
PANDUAN

Pelajari lebih lanjut

01

1. Apa itu WHOIS

WHOIS adalah protokol untuk menanyakan informasi registrasi domain. Distandardisasi sebagai RFC 812 pada tahun 1982, protokol ini menyediakan informasi pemilik domain, tanggal pendaftaran, tanggal kedaluwarsa, dan nameserver. Registrar menjual domain, sementara registry mengelola TLD. ICANN adalah organisasi internasional yang mengawasi sistem domain. Server WHOIS menggunakan port 43, dan alat pencarian berbasis web juga tersedia. Informasi WHOIS digunakan untuk penyelesaian sengketa domain, urusan hukum, dan dukungan teknis. Setelah GDPR, banyak informasi disamarkan untuk melindungi privasi.

02

2. Perlindungan Privasi WHOIS

Perlindungan privasi WHOIS menyembunyikan informasi registran. Layanan proxy menyediakan kontak alternatif untuk mencegah spam dan pencurian. Sebagian besar registrar menyediakan ini gratis atau berbayar. GDPR (EU General Data Protection Regulation) mewajibkan privasi bawaan untuk pemilik domain pribadi. Pengungkapan informasi dimungkinkan untuk permintaan hukum atau sengketa merek dagang. Domain perusahaan mendapat manfaat dari informasi publik yang meningkatkan kredibilitas. Beberapa ccTLD (.kr, .uk, dll.) menerapkan kebijakan privasi mereka sendiri. RDAP (Registration Data Access Protocol) adalah standar modern yang menggantikan WHOIS.

03

3. Pengelolaan Kedaluwarsa dan Perpanjangan Domain

Pemeriksaan WHOIS membantu memantau tanggal kedaluwarsa domain untuk mempersiapkan perpanjangan. Perpanjangan otomatis mencegah kehilangan domain. Grace Period memungkinkan perpanjangan setelah kedaluwarsa. Redemption Period memungkinkan pemulihan sebelum penghapusan, tetapi dikenai biaya tambahan. Pending Delete menunggu penghapusan permanen, setelah itu pendaftaran ulang dimungkinkan. Layanan Drop Catching secara otomatis menangkap domain yang akan dihapus. Domain penting sebaiknya didaftarkan beberapa tahun ke depan untuk menjaga stabilitas. Transfer registrar memerlukan pembukaan kunci.

04

4. Mendeteksi Ancaman Keamanan dengan WHOIS

Informasi WHOIS membantu mengidentifikasi domain phishing dan berbahaya. Domain yang baru didaftarkan lebih mungkin digunakan untuk spam atau penipuan. Informasi registran yang disamarkan atau palsu patut dicurigai. Periode registrasi singkat (1 tahun) dapat menandakan niat jahat. Pantau domain serupa (typosquatting) melalui WHOIS untuk melindungi merek. Verifikasi apakah nameserver berasal dari penyedia hosting berbahaya yang diketahui. Banyak domain di bawah registran yang sama dapat menunjukkan jaringan spam. Riwayat WHOIS melacak pemilik dan penggunaan domain sebelumnya.

05

5. Transfer Domain dan Kode EPP

Kode EPP (Authorization Code) adalah kunci autentikasi yang diperlukan untuk transfer domain. Registrar saat ini menerbitkan kode EPP. Buka kunci domain dan perbarui informasi WHOIS. Masukkan kode EPP saat meminta transfer di registrar baru. Permintaan persetujuan dikirim ke email registran saat ini. Transfer selesai dalam 5-7 hari setelah persetujuan. Transfer dibatasi dalam 60 hari sejak pendaftaran dan 60 hari sebelum kedaluwarsa. Transfer sering kali otomatis memperpanjang 1 tahun. WHOIS mengonfirmasi selesainya perubahan nameserver.

06

6. Menggunakan Alat Pencarian WHOIS

Alat pencarian WHOIS sangat penting untuk pengelolaan dan riset domain. Verifikasi pemilik dan riwayat sebelum membeli domain untuk mencegah masalah. Cari domain yang akan kedaluwarsa untuk upaya akuisisi. Pantau domain pesaing untuk memahami strategi. Pencarian WHOIS massal membantu mengelola portofolio domain. API memungkinkan sistem pemantauan otomatis. Reverse WHOIS menemukan domain lain berdasarkan informasi registran. Layanan riwayat WHOIS melacak catatan perubahan sebelumnya. Pencarian IP WHOIS menampilkan pemilik blok IP dan informasi ASN.

Pertanyaan umum

Apakah pencarian WHOIS menampilkan pemilik domain yang sebenarnya?
Sejak GDPR, sebagian besar informasi registran pribadi disembunyikan oleh layanan perlindungan privasi, jadi data WHOIS publik sering tidak dapat mengungkap pemilik sebenarnya.
Metode apa yang digunakan alat ini untuk mengambil informasi?
Alat ini terlebih dahulu mencoba protokol WHOIS lawas (port 43), dan hanya beralih ke RDAP (Registration Data Access Protocol), standar pengganti modern, jika pencarian itu gagal - sehingga tetap memberikan informasi yang terstruktur dan akurat.
Mengapa saya perlu memeriksa tanggal kedaluwarsa domain?
Memeriksanya lebih awal memungkinkan Anda menyiapkan perpanjangan otomatis atau mempersiapkan perpanjangan, sehingga tidak kehilangan domain secara tidak sengaja.
Apa yang bisa saya ketahui dari informasi nameserver?
Informasi ini mengungkap layanan hosting atau DNS yang mengelola domain, yang berguna untuk migrasi atau pemecahan masalah.
Bagaimana jika pencarian gagal atau menampilkan error?
Periksa apakah format domain sudah benar (mis., example.com). Domainnya mungkin belum terdaftar, atau beberapa TLD membatasi akses pencarian.